Indonesia Raih Penghargaan Global Inclusion Awards 2017 di Berlin

Indonesia Raih Penghargaan Global Inclusion Awards 2017 di Berlin

0
BERBAGI
OJK Meraih Penghargaan Global Inclusion Award 2017 di Berlin

BERLIN-Indonesia terpilih sebagai pemenang penghargaan Global Inclusion Award 2017 untuk regional Asia dan Pasifik (CYFI Country Award) dalam The Global Inclusion Awards 2017) yang diselenggarakan oleh Child and Youth Finance International (CYFI) bekerja sama dengan Pemerintah Jerman selaku tuan rumah penyelenggara pertemuan G20 tahun 2017. Pada The Global Inclusion Awards 2017, Indonesia mengalahkan India dan Pakistan yang sebelumnya masuk final untuk regional Asia dan Pasifik.

Juri kompetisi ini berasal dari otoritas dan organisasi internasional seperti Deputi Kementerian Bidang Kerja Sama Ekonomi dan Pengembangan Jerman (Federal Ministry for Economic Cooperation and Development), OECD, Thomson Reuters, dan konsultan serta profesional di bidang ekonomi dan keuangan. Selain itu, The G20 Global Partnership for Financial Inclusion (GPFI) juga berperan dalam penyelenggaraan kompetisi ini.

Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK, Agus Sugiarto menjelaskan The Country Award merupakan salah satu kategori dari The Global Inclusion Awards untuk pertama kalinya diselenggarakan oleh CYFI pada tahun 2012. Penghargaan ini diberikan kepada otoritas atau pemerintah yang dianggap berhasil dalam membangun kerja sama nasional antara para pemangku kepentingan untuk menciptakan iklim regulasi yang memperhatikan aspek keuangan bagi anak dan pemuda-pemudi, serta memiliki tujuan untuk memperluas jangkauan pendidikan keuangan yang berkualitas melalui jalur pendidikan formal dan non-formal.

Kriteria penilaian untuk kategori penghargaan tersebut antara lain:

Pertama, Negara menunjukkan prestasi dan inovasi yang istimewa;

Kedua, Negara membangun kerja sama yang kuat antara pembuat kebijakan dan regulator keuangan;

Ketiga, Negara menunjukkan strategi yang luar biasa dalam mengimplementasikan inisiatif keuangan bagi anak dan pemuda-pemudi; dan

Keempat Negara menunjukkan upaya yang substansial dalam membangun kerja sama antara para pemangku kepentingan.

Dia menjelaskan, Indonesia saat ini dianggap menunjukkan komitmen untuk meningkatkan literasi dan inklusi masyarakat Indonesia yang tampak dari berbagai upaya untuk memenuhi target inklusi keuangan sebesar 75% pada tahun 2019 dan target peningkatan literasi keuangan per tahunnya sebesar 2%. “Upaya dimaksud berupa kebijakan dan program insiatif melalui regulasi dan strategi terkait literasi keuangan, inklusi keuangan, dan perlindungan konsumen, yang diimplementasikan dalam berbagai program inisiatif literasi dan inklusi keuangan termasuk bagi anak dan pemuda-pemudi,” ujarnya. berlin1

Selama ini, dari aspek regulasi dan strategi, OJK mendorong industri jasa keuangan dan pemangku kepentingan untuk melakukan berbagai upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan melalui POJK No. 76/POJK.07/2016 tentang Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan yang memperkuat implementasi regulasi dan kebijakan sebelumnya yang dikeluarkan melalui POJK No. 01/POJK.07/2013 tentang Perlindungan Konsumen di Sektor Jasa Keuangan dan Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia.

Berbagai inisiatif yang dilaksanakan OJK dan industri jasa keuangan serta pemangku kepentingan lain dalam aspek edukasi dan literasi keuangan khususnya bagi anak dan pemuda/i antara lain penyusunan dan pengembangan materi literasi keuangan untuk jenjang pendidikan formal dari tingkat SD, SMP, SMA, hingga Perguruan Tinggi yang pada tingkat SMA telah diintegrasikan pada kurikulum nasional, peningkatan kapasitas pengajaran materi literasi keuangan bagi guru SD, SMP, dan SMA serta dosen melalui kegiatan training of trainers. Bersama dengan itu, juga dilakukan penyusunan dan pengembangan materi literasi keuangan serta diseminasi materi literasi keuangan dimaksud melalui edukasi keuangan dalam berbagai bentuk kepada berbagai komunitas termasuk anak dan pemuda/i yang bersifat informal di berbagai daerah di Indonesia. Dari sisi inklusi keuangan, beberapa upaya yang dilakukan antara lain implementasi program SimPel/SimPel iB dengan target pelajar, Kampanye Ayo Menabung, dan program bank mini di sekolah.

Child and Youth Finance International (CYFI), selaku penyelenggara kegiatan penghargaan ini, merupakan sebuah jaringan internasional (global network) yang berbasis di Amsterdam, Belanda, dengan fokus kepada peningkatan kapasitas keuangan bagi remaja dan anak-anak. CYFI didirikan dengan tujuan untuk memfasilitasi inklusi keuangan dan edukasi keuangan bagi remaja dan anak-anak di seluruh dunia untuk dipersiapkan menjadi warga negara yang berdaya ekonomi. Hingga saat ini, program-program CYFI telah berhasil menjangkau 36 juta anak dan pemuda/i di seluruh dunia.

Program-program utama yang diinisiasi oleh CYFI antara lain The Global Inclusion Awards, Global Money Week, Ye! Community (Young Entrepreneur Community), dan SchoolBank yang diselenggarakan dengan skala internasional. Pada Maret 2017 lalu, kegiatan tahunan Global Money Week yang diselenggarakan oleh CYFI juga turut didukung dan dihadiri oleh Queen Maxima dari Kerajaaan Belanda yang juga merupakan United Nations Secretary General Special Advocate for Inclusive Finance for Development (UNSGSA).

Atas nominasi dan penghargaan juara ini, OJK menyampaikan ucapan terima kasih kepada PUJK serta seluruh pemangku kepentingan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan yang dilakukan dalam rangka peningkatan literasi dan inklusi keuangan. “Ke depan, OJK berharap agar program literasi dan inklusi keuangan bagi anak dan pemuda/i terus meningkat sehingga mereka menjadi lebih bijak dan terampil dalam mengambil keputusan keuangan yang berkualitas serta mampu mengelola keuangan sesuai kebutuhan dan kemampuan. Sikapi uang dengan bijak, cerdas mengelola masa depan sejahtera,” pungkasnya.