Indonesia Ranking ke 3 Jumlah Perusahaan Rintisan Terbanyak di Dunia

12
Adli Sudjatmiko, Co-Founder dan CCO Kolega; Dian Adhitama, Direktur Utama PT Coris Oratoria; Irmawati Amran, Program Director IDX Incubator; Rafi Rachmanzah Hiramsyah, Co-Founder dan CEO Kolega dan Hendy M. Fakhrudin, spesialis pasar modal dan GCG berdiskusi usai memaparkan materi “The Importance of Implementing Good Corporate Governance for Startups” di Jakarta (12/12). Perusahaan start-up yang menerapkan GCG membuka peluang besar pendanaan dari investor. Tahun 2018 tercatat 9 kali pendanaan seri B, jumlah ini meningkat 50% dibandingkan tahun 2017. Di luar start-up unicorn, terdata sebanyak 51 pendanaan berhasil dibukukan start-updari berbagai sektor.

JAKARTA-Jumlah pekerja kreatif di kalangan milenial Indonesia terus meningkat. Berdasarkan StartupRanking, Indonesia berada di peringkat ketiga dari daftar negara yang memiliki jumlah perusahaan rintisan berbasis teknologi terbanyak setelah Amerika Serikat dan India.

Fakta ini terungkap saat IDX Incubator bersama dengan Kolega Coworking Space (Kolega) dan PT Coris Oratoria (Coris) menggelar diskusi panel dengan tema “The Importance of Implementing Good Corporate Governance for Start-ups” pada 12 Desember 2018 di Jakarta.

Diskusi panel dihadiri perusahaan rintisan, perusahaan sekuritas, perbankan, perusahaan modal ventura serta konsultan hukum. Para pembicara yaitu Irmawati Amran, Program Director IDX Incubator dengan tema “Pentingnya Good Corporate Governance bagi Perusahaan Rintisan”; Hendy M. Fakhrudin, Capital Market dan GCG Specialist menyampaikan materi mengenai “Keunggulan Daya Saing Berkelanjutan: Perubahan Lingkungan Bisnis dan Urgensi Penerapan Good Corporate Governance”; dan Dian Adhitama, praktisi governance sekaligus Direktur Utama Coris membahas mengenai “Praktik GCG yang Biasa Diterapkan Perusahaan Rintisan yang Sukses”

Dijelaskan, jumlah pekerja kreatif di kalangan milenial menempati bagian paling besar sebagai pengelola dan pemilik perusahaan rintisan (start-up) dengan tingkat persaingan yang ketat. Pentingnya memahami good corporate governance (GCG) akan menjadikan bisnis berkelanjutan, memiliki daya saing tinggi, dan membuka peluang besar datangnya pendanaan dari investor.

Tujuan diselenggarakannya panel diskusi mengenai tata kelola perusahaan untuk perusahaan rintisan (start-up) ini menurut Rafi Rachmanzah Hiramsyah, Co-Founder dan Direktur Utama Kolega didasari karena melihat semakin banyaknya start-up yang berkembang di Indonesia.

“Sesuai dengan visi Kolega dengan tagar GotongRoyong, kami ingin berbagi pengetahuan dengan para start-up lainnya agar dapat mengelola perusahaan yang memiliki daya saing tinggi. Kerja sama dengan IDX Incubator ini merupakan langkah awal. Pada kesempatan berikutnya, kami akan menyelenggarakan program training dengan menghadirkan pembicara dan praktisi good corporate governance tanpa dipungut biaya,” ujar Rafi.