Indonesia Terancam Kehilangan Status Investment Grade

46

JAKARTA- Lembaga pemeringkat Fitch Ratings menilai Indonesia berpotensi kehilangan status investment grade.  Hal ini terjadi jika pemerintah lamban mengatasi masalah struktural, seperti pembenahan infrastruktur dan pemberantasan korupsi. “Infastruktur dan korupsi juga menjadi subindikator penting dalam pemeringkatan,” ujar  Direktur Fitch Ratings, Philip McNicholas di Jakarta, Rabu (6/2).

Menurut dia, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat dan berdaya tahan (resilient) tinggi sehingga lembaga itu mengukuhkan kembali peringkat Investment Grade yang sudah diraih negeri ini Desember tahun 2011. Meskipun demikian, Fitch Ratings mengingatkan, ada sejumlah faktor yang dapat memicu adanya peninjauan ulang terhadap peringkat BBB- yang sudah diraih tersebut. “Setiap tahun kami bisa meninjau ulang dan bisa saja sebelum satu tahun,” kata Philip.
Selain persoalan infrastruktur dan korupsi, potensi kehilangan predikat investment grade juga disebabkan adanya kejutan signifikan dan berkepanjangan terhadap penurunan tingkat kepercayaan investor di dalam dan luar negeri. Karena itu, jika situasi tersebut berlanjut pada tahap pelarian modal besar-besaran dan mengancam neraca keuangan eksternal pemerintah, maka status investment grade akan dicabut.

Faktor lainnya kata dia, terjadinya penurunan kualitas pengelolaan kebijakan moneter dan fiskal. Kondisi ini bisa menyebabkan ketidakseimbangan neraca eksternal pemerintah dan memicu terjadinya peningkatan inflasi serta ketidakstabilan industri perbankan. Karena itu, dia menyarankan agar pemerintah mereformasi program-program anggaran dan memperluas basis penerimaan negara. “Jika ini dilakukan, maka akan secara otomatis menciptakan kinerja anggaran yang tidak kaku,”  imbuh dia.

Di tempat yang sama, Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK, Noor Rachman menyebutkan,  meski penurunan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia terus berlanjut, namun kondisi ini dinilai masih sejalan dengan status investment grade (BBB-) yang telah diberikan Fitch Ratings. “Pertumbuhan ekonomi saat ini masih sejalan dengan investment grade yang diterima Indonesia. Artinya capital inflow masih akan tinggi, setidaknya investasi masih akan tetap besar,” kata Noor.

Dia menegaskan, kondisi ini sekaligus memastikan bahwa pada tahun ini investasi asing ke dalam negeri akan tetap bertumbuh yang nilainya paling tidak masih serupa dengan pencapaian di 2012. “Investasi tahun lalu bagus, sehingga pertumbuhan ekonomi kita dibandingkan dengan yang lainnya,” imbuh Noor.

Menurut dia, status investment grade yang diterima Indonesia sejak Desember 2011 dianggap memiliki pengaruh positif terhadap pertumbuhan investasi di dalam negeri. Noor menambahkan, sepanjang 2012 pasar modal pun merespon peringkat dari Fitch dan Moodys sebagai indikator penting bagi pelaku bisnis untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Di tengah pelemahan ekonomi global, kata Noor, industri pasar modal Indonesia di sepanjang 2013 justru akan menunjukkan peningkatan yang lebih baik di banding setahun lalu. Namun, menurut dia, situasi bisa akan terwujud jika pemerintah konsentrasi membenahi infrastruktur dan pemberantasan korupsi. “Kami sekarang ini terus membenahi regulasi-regulasi yang terkait dengan upaya peningkatan investasi,” katanya.