Industri Daur Ulang Topang Implementasi Ekonomi Berkelanjutan

12
Menperin, Airlangga Hartarto

KARANGANYAR-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) aktif mendukung implementasi konsep circular economy atau ekonomi berkelanjutan di berbagai aspek kehidupan, terutama di sektor industri. Selain telah menjadi tren dunia, konsep tersebut juga dinilai mampu berkontribusi besar dalam menerapkan pola produksi dan konsumsi berkelanjutan yang menjadi tujuan dari Sustainable Development Goals (SDGs).

“Industri manufaktur berperan penting dan memberikan dampak yang luas dalam mewujudkan circular economy di Indonesia,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ketika mengunjungi PT Hilon Felt di Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (31/1).

Aktivitas produksi pabrik ini, salah satunya adalah mendaur ulang botol plastik bekas menjadi polyester fiber atau kapas sintetis.

Bahan baku kapas sintetis yang masih barang setengah jadi itu, bisa diolah lagi untuk memenuhi berbagai kebutuhan seperti isi bantal, guling, dan boneka. Bahkan ada yang diaplikasikan menjadi peredam panas dan bunyi.

Selain itu, PT Hilon Felt juga memproduksi dan mengembangkan produk functional textile, antara lain geotextile, hometextile, bedding goods serta tekstil untuk keperluan otomotif yang sejalan dengan penerapan roadmap dalam pengembangan tekstil dan pakaian sesuai era industri 4.0.

“Salah satu dari 10 prioritas nasional di dalam inisiatif Making Indonesia 4.0 adalah mengakomodasi standar-standar keberlanjutan. Oleh karena itu, konsep circular economy dapat meningkatkan nilai tambah di dalam negeri,” tutur Airlangga.

Prinsip utama yang dikenal dalam konsep ekonomi berkelanjutan adalah 5R, yaitu pengurangan pemakaian material mentah dari alam (reduce), optimasi penggunaan material yang dapat digunakan kembali (reuse), penggunaan material hasil dari proses daur ulang (recycle), proses perolehan kembali (recovery) atau dengan melakukan perbaikan (repair).

“Jadi circular economy, mulai dari perencanaan, kemudian bahan baku produksi, sampai dengan ke customer. Misalnya, plastik dari botol ini, yang sudah dipakai customer dan menjadi waste, di-recycle lagi bisa dibuat menjadi polyester fiber,” ungkapnya.

Dalam kunjungannya bersama Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Menperin memberikan apresiasi kepada PT Hilon Felt sebagai salah satu pionir dalam industri daur ulang.

“Ke depan, akan semakin meningkat kebutuhan dalam negeri dan pengaplikasian technical textile di seluruh aspek kehidupan mulai dari agri-tech sampai dengan mobile-tech,” ungkapnya.

Airlangga berharap kepada PT Hilon Felt agar terus berkomitmen untuk melakukan investasi, inovasi dan diversifikasi produk yang dapat menjadi andalan dalam pemenuhan kebutuhan dalam negeri serta peningkatan ekspor. Perusahaan yang menyerap tenaga kerja sebanyak 420 orang ini, memiliki total nilai penjualan ke pasar dometik dan ekspor hingga Rp173 miliar per tahun