Industri Otomotif Semakin Kencang Terobos Pasar Ekspor

12

KARAWANG-Pemerintah semakin gencar menggenjot industri manufaktur di Indonesia untuk aktif melakukan peningkatan ekspor guna dapat menguatkan struktur perekonomian nasional. Salah satu sektor yang berperan besar dalam memberikan devisa negara yang cukup signfikan dari capaian nilai ekspornya adalah industri otomotif.

“Program unggulan pemerintah saat ini, yaitu mendorong industri substitusi impor dan orientasi ekspor. Untuk itu, perlu terus melakukan peningkatan investasi agar produksi mampu bersaing,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada acara “PT Honda Prospect Motor Brio Export Production Line Off dan 20 Year Anniversary Ceremony di Karawang, Jawa Barat, Selasa (26/3).

Apalagi, berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, industri otomotif merupakan satu dari lima sektor manufaktur yang sedang mendapatkan prioritas pengembangan dalam kesiapan memasuki era revolusi industri 4.0 di Tanah Air.

Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian mengapresiasi terhadap komitmen PT Honda Prospect Motor (HPM) yang ingin terus meningkatkan investasi dan fasilitas produksinya di Indonesia. PT. HPM yang berdiri sejak tahun 1999 sebagai Agen Pemegang Merek Honda di Indonesia, berperan penting dalam upaya pengembangan industri otomtif nasional yang mampu berdaya saing global.

“Perusahaan ini lahir sebagai bentuk kerja sama yang baik dan seimbang antara PT. Honda Prospect Motor dan Honda Motor Co., Ltd, dan terus berlangsung hingga saat ini,” tutur Airlangga.

Selanjutnya, diharapkan, PT HPM dapat berperan aktif mendukung revolusi industri 4.0 sehingga mampu meningkatkan efisiensi produksi dan kualitasnya.

Sejak tahun 2013, PT. HPM telah melakukan ekspor kendaraan dalam bentuk terurai (Completely Knock Down/CKD) untuk 11 model kendaraan bermotor roda empat merek Honda ke 12 negara tujuan ekspor di benua Asia dan Amerika. Sepanjang tahun 2018, nilai ekspornya menembus hingga Rp12 triliun.

“Kami terus mendorong ekspor PT. HPM akan terus di tingkatkan performanya untuk mencapai target total nilai ekspor sebesar Rp25,5 triliun pada tahun 2021,” tegas Airlangga.

Menurutnya, peningkatan ekspor PT HPM karena industri otmotif di Indonesia sudah punya daya saing, yang salah satu kunci utama penentunya adalah pengoptimalan konten lokal.

Selain dalam bentuk CKD, PT. HPM juga melakukan ekspor kendaraan bermotor dalam bentuk CBU, yaitu Honda Freed yang diproduksi di Pabrik HPM Karawang pada tahun 2011 sampai 2014 ke negara Thailand dan Malaysia.

“Pada kesempatan ini, kita menyaksikan line off untuk unit ekspor perdana All New Brio. Di tahun 2019, rencananya dilakukan ekspor ke negara Filipina dan Vietnam. Adapun nilai ekspor tersebut mencapai kurang lebih Rp1 triliun dan nilai TKDN untuk All New Brio tersebut sudah mencapai 89 persen,” ungkap Menperin.

Di samping itu, Airlangga menambahkan, komitmen investasi PT. HPM di Indonesia sampai tahun 2019 telah mencapai lebih dari Rp4 triliun.

“Dengan hadirnya pabrik di Karawang yang mengintegrasikan sistem teknologi manufaktur terkini, PT. HPM yang saat ini telah memiliki dua factory plant mampu meningkatkan kapasitas mencapai 200.000 unit per tahun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 6.900 orang,” terangnya.

Bagi Honda, fasilitas pabrik di Karawang merupakan yang terbesar ke-4 di seluruh dunia. Kapasitas produksi ini setelah Amerika Serikat, China dan Jepang,. Adapun total produksi sampai tahun 2019 akan mencapai lebih dari 1,3 juta unit kendaraan.

Presiden Direktur PT HPM Takehiro Watanabe menyampaikan, pada tahun 2019, HPM akan memulai ekspor All New Honda Brio secara utuh ke konsumen Filipina dan Vietnam. Langkah ini ditandai dengan pelepasan produksi pertama yang dilakukan bersamaan dengan seremoni perayaan ulang tahun HPM ke-20.

“Honda pertama kali memperkenalkan generasi pertama Honda Brio yang dirancang sesuai dengan kebutuhan konsumen di Indonesia dan Asia pada tahun 2012. Setelah itu, generasi kedua Honda Brio menyusul pada 2018 lalu, dengan menekankan desain yang dinamis dan sporty, berdimensi lebih besar, serta kabin dan bagasi yang lebih lapang,” paparnya.

Honda Brio telah diterima dengan sangat baik oleh konsumen di Indonesia, dengan penjualan lebih dari 280 ribu unit.

Masayuki Igarashi sebagai Chief Operating Officer for Regional Operations (Asia & Oceania) Honda Motor Co., Ltd. sekaligus President and CEO Asian Honda Motor Co., Ltd. mengatakan, Indonesia adalah pasar yang penting untuk bisnis Honda, dan juga telah menjadi kontributor utama dalam penjualan Honda di wilayah Asia dan Oseania.

“Untuk mewujudkan komitmen kami terhadap pasar Indonesia, kami telah meningkatkan investasi melalui pembangunan berbagai fasilitas serta memproduksi beberapa model yang dikembangkan khusus untuk konsumen Indonesia,” ungkapnya.