Industri Pengolahan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jatim Lampaui 5%

Industri Pengolahan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jatim Lampaui 5%

0
BERBAGI
ilustrasi

SURABAYA-Realisasi investasi yang cukup tinggi mampu menggerakkan pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur pada kuartal III-2016 hingga mencapai 5,57 persen. Apalagi pertumbuhan ekonomi tahun ini mengalami kenaikan 0,23 persen dibandingkan dengan tahun lalu. “Sampai saat ini, investasi di Jatim mencapai Rp 350 triliun,” kata kata Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf dalam siaran persnya, Minggu (25/12/2016).

Menurut Gus Ipul, selama empat tahun terakhir ini investasi di Jawa Timur selalu masuk tiga besar terbaik di Indonesia. “Problem yang dihadapi di sektor investasi adalah realisasi yang belum tuntas,” terangnya.

Pihaknya, lanjut Gus Ipul-sapaan akrabnya bersyukur hingga kuartal III Tahun 2016, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. Selain investasi, faktor lain yang ikut mendorong adalah tingkat konsumsi masyarakat yang tinggi dan kegiatan ekspor-impor. “Konsumsi masyarakat juga cukup tinggi hampir mencapai 60 persen,” ucapnya.

Dikatakan Gus Ipul, daya beli masyarakat ini akan tetap dipertahankan dengan sekuat tenaga diantaranya dengan memberikan insentif yang dikeluarkan pemerintah.

Sedangkan ekspor-impor antara Jawa Timur dengan berbagai negara lain mengalami penurunan. Namun, faktor ini dapat ditutupi dengan kenaikan perdagangan antar daerah.

“Ekspor kita ke luar negeri memang melambat. Tapi kita bersyukur, perdagangan antar daerah, dari Jawa Timur ke provinsi lain di Indonesia mengalami peningkatan,” katanya.

Gus Ipul menambahkan, ada beberapa sektor utama yang mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi di Jatim yakni, industri pengolahan berkontribusi 29 persen. Perdagangan 17 persen dan pertanian 13 persen. Tapi ada beberapa kendala yang harus diselesaikan, agar ekonomi di Jatim ke depan tetap kuat.

“Masalah utama kita adalah daya saing. Di bidang industri misalnya, perlu ada revitalisasi mesin. Pada umumnya, industri besar maupun kecil menggunakan mesin-mesin yang sudah kedaluwarsa, sehingga packaging kurang menarik dan bisa kalah bersaing dengan produk lain,” paparnya.

“Ke depan, kita akan menggenjot realisasi investasi. Makanya pak gubernur berkeliling (ke negara lain) untuk menggaet investor,” jelasnya.

Gus Ipul optimis, pertumbuhan ekonomi di Tahun 2017 akan mengalami peningkatan hingga menembus 5,7 persen. “Sekarang pertumbuhan ekonomi kita 5,5 persen. Ke depan kita targetkan 5,7 persen. Yang diperlukan ada penambahan investasi hingga Rp 150 triliun. Kalau investasi naik, maka akan membuka lapangan pekerjaan lebih luas lagi,” harapnya.

Sementara itu, tingkat inflasi di Jawa Timur pada kuartal yang sama tahun ini berada di 1,96 persen. Inflasi ini mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun lalu 3,08 persen.

“kita akan terus berjuang mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi, dan inflasi serendah mungkin,” pungkasnya. ***