Inflasi di Tangerang Capai Sekitar 0,39%

31

JAKARTA-Sejumlah kota di Pulau Jawa mengalami tekanan inflasi, termasuk juga Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Namun Badan Pusat Statistik (BPS) hanya menyatukan menjadi Tangerang saja, dimana inflasinya mencapai 0,39%.

Sementara kota lainnya di Banten, misalnya Serang mengalami besaran inflasi sebesar 0,86% dan Cilegon sekitar 0,82%. Namun dibanding kota-kota penyangga lainnya, sekitar Jakarta, Tangerang masih yang terkecil inflasinya.

Sebut saja, Depok inflasinya mencapai 0,54%, Bekasi sekitar 0,43% dan yang paling kecil inflasi Bogor, yakni 0,35%. Dalam kajian BPS, disebutkan pada Pebruari 2014 secara nasional terjadi inflasi sebesar 0,26 % dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,28. Dari 82 kota IHK, tercatat 55 kota mengalami inflasi dan 27 kota mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Pontianak 2,73 % dengan IHK 114,83 dan terendah terjadi di Bandar Lampung dan Probolinggo masing-masing 0,02 % dengan IHK masing-masing 110,10 dan 112,25. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Sibolga 2,43 % dengan IHK 111,00 dan deflasi terendah terjadi di Tanjung dan Balikpapan masing-masing 0,18 % dengan IHK 109,80 dan 111,96.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks seluruh kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan 0,36 %; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan
tembakau 0,43 %; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,17 %; kelompok sandang 0,57 %; kelompok kesehatan 0,28 %; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,17 %; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,15 %.

Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Februari) 2014 sebesar 1,33 % dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Februari 2014 terhadap Februari 2013) sebesar 7,75 %. Komponen inti pada Februari 2014 mengalami inflasi sebesar 0,37 %, tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–Februari) 2014 sebesar 0,92 % dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Februari 2014 terhadap Februari 2013) sebesar 4,57 %. **cea