Ini Jawaban Kapolres Tangsel, Soal Viral Tiga Polisi ‘Ringan Tangan’

Ini Jawaban Kapolres Tangsel, Soal Viral Tiga Polisi ‘Ringan Tangan’

173
0
BERBAGI

TANGERANG-Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Ayi Supardan, menanggapi merebaknya viral yang disebarkan akun facebook milik Wisnuhandy Widyoastono. Dalam akun facebook itu, Wisnuhandy memposting kejadian yang dialaminya saat berada di Perapatan Duren, Kampung Sawah, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan, Senin (16/5).

Dalam akun facebook miliknya, Wisnuhandy mengaku mendapat perlakuan kasar dari tiga orang petugas Polisi Lalu lintas.

Namun Ayi Supardan, menjelaskan, bahwa isu pemukulan yang disebarkan luas itu tidak ada seperti cerita yang ditulis di akun facebook milik Wisnuhandy.  “Isu pemukulan itu tidak ada seperti cerita itu, pagi ini pelanggar dan tiga petugas akan dipertemukan. Saya tidak bilang korban tapi pelanggar, offender,” ucap Kapolres Tangsel, Selasa (17/5).

Selain menghadirkan pelanggar dan tiga anggota Polisi yang diceritakan dalam akun facebook, sejumlah saksi di lokasi juga turut dihadirkan.  “Para saksi dilokasi termasuk tukang warung kopi,” tandasnya.

Menurut keterangan sementara yang diperoleh dari anggotanya dilapangan, peristiwa itu bermula, saat Petugas Lantas yang tengah mengatur lalin di Perempatan Duren, imbas robohnya JPO di Toll JORR BSD, secara tiba-tiba pelanggar memaksa nyelonong.  “Ketika mau diberhentikan Dia malah nanya surat perintah mana tanda razia,” ujar Ayi. viral 2

Hingga akhirnya ada anggota yang terpancing karena dikatain goblok.  “Disana waktu kejadian berlangsung, selain ada tiga anggota dimaksud, ada perwira kanit Gatur yang mengawasi dan juga melerai anggota yang salah terpancing karena dikatain goblok,” tandasnya.

Ayi mengaku, juga mendapat teguran dari para seniornya untuk mampu membina anggota dibawah Kepemimpinan dirinya.  “Tapi saya belum dapat kesempatan menjelaskan, karena belum tahu info dari pihak pelanggar, saya harus objektif dalam hal ini,” tegas Ayi.

Menurutnya, Kasatlantas bersama tiga anggota dan warga dilokasi kejadian sudah berangkat ke Jakarta.  “Saya masih menunggu hasil pertemuan informal yang dimediasi senior didekat mabes,” beber Ayi. (Raja Tama)