Intan Fauzi Beberkan Pertarungan Sengit Dapil Jabar VI

37

JAKARTA-Beratnya perjuangan menjadi legislator diungkap salah seorang caleg PAN terpilih, yakni Intan Fauzi. Dia memperoleh kursi ke enam dari Daerah Pemilihan Jabar VI, yang meliputi Kota Depok-Kota Bekasi, setelah bertarung habis-habisan.

Pertarungan sengit itu, sampai menyingkirkan dua menteri Jokowi yang saat itu ikut bertarung, yakni Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin (PPP) dan Menaker Hanif Dhakiri (PKB).

Intan mengaku padahal dirinya belum setahun menjadi anggota DPR menggantikan Lucky Hakim yang pindah ke Partai Nasdem. “Delapan bulan saya menjadi anggota DPR. Jujur, dalam kurun waktu yang sangat singkat ini, banyak program aspirasi yang saya perjuangkan. Dan alhamdulilah, semua terwujud,” paparnya.

Yang jelas, Intan tak membantah tim suksesnya berkerjasama dengan konsultan politik, Pollmark Indonesia guna memetakan pemilih. “Dalam pemilu kali ini, uang bukan jaminan bisa memenangkan pertarungan,” ungkapnya.

Salah satu pemasok suara yang cukup signifikan adalah karyawan dari Grup Perusahaan Graha Inti Fauzi.

“Kontribusi suara dari karyawan yang tinggalnya daerah Bekasi-Depok cukup besar. Namun begitu, kita tetap door to door merekrut pemilih,” terangnya lagi.

Saat ditanya wartawan apa yang melatar belakangi nya maju sebagai caleg DPR periode 2019-2024, Intan mengaku karena semangat pengabdian. meskipun ladang pengabdian itu tidaklah harus menjadi DPR RI.

“Namun bila melakukan pengabdian tanpa memiliki sebuah instrumen yang kuat seperti menjadi anggota DPR RI, tentu sulit bagi saya membuat daerah Kota Bekasi dan Kota Depok ini lebih maju, lebih adil dan lebih sejahtera,” imbuhnya.

Lebih jauh Intan menegaskan komitmennya terkait harapan dan perjuangan untuk warga Kota Bekasi-Depok.

“Saya akan mengawal dan memastikan anggaran untuk Dapil Jabar VI ini di APBN betul-betul teralokasi. Setelah itu, saya juga akan turun memastikan anggaran itu sampai di tangan masyarakat,” pungkasnya.

Berikut ini program yang akan menjadi agenda perjuangan masa bakti 2019-2014:

1. Meningkatkan jumlah penerima manfaat Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi masyarakat berpenghasialan rendah (MBR). Jika pada tahun lalu jumlahnya 1500 unit, dalam kurun waktu periode yang akan datang, saya ingin memperjuangkan lebih banyak lagi masyarakat yang mendapatkan bantuan RTLH ini. Targetnya sekitar 3000 orang penerima manfaat.

2. Mewujudkan pembangunan flyover dan underpass di kawasan persimpangan Bulak Kapal, Kota Bekasi, Jawa Barat.

3. Pembangunan 1 Unit Palang Perlintasan Kereta Api di Jalan Ampera Raya, Kota Bekasi

4. Pembangunan 1 Unit Palang Perlintasan Makam Pahlawan atau Perlintasan kereta api (KA) Bulak Kapal terletak di Jl Pahlawan, Kota Bekasi.

5. Pembangunan 1 unit Palang Perlintasan Sasak Jarang Sekolah Al Muhajirin di Jl.Pulau Jawa Raya,Sasak Jarang, Bekasi Timur Kota Bekasi.

6. Mengawal serta mendorong percepatan pembangunan proyek double-double track (DDT) atau jalur rel dwiganda segmen Cakung-Bekasi sepanjang 12 km.

7. Mendukung percepatan moderninasi Stasiun Bekasi.