Integrasi Keuangan ASEAN Mendukung Stabilitas Keuangan di Kawasan

4

THAILAND-Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan ASEAN kembali menegaskan komitmen untuk mencapai integrasi keuangan ASEAN guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan memperkuat stabilitas keuangan di Kawasan.

Terdapat 3 (tiga) poin komitmen utama yang ditegaskan dan disepakati pada pertemuan tahunan tingkat Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan ASEAN ke-5 di Chiang Rai, Thailand, Jumat (5/4).

Ketiga komitmen itu yakni:

Pertama, mendorong perdagangan internasional dan investasi sebagai mesin penting pertumbuhan ekonomi dan pembangunan kawasan. Pertumbuhan infrastruktur yang signifikan di beberapa negara anggota ASEAN diyakini dapat meningkatkan investasi, konsumsi, dan pada akhirnya meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Kedua, mendukung upaya pemanfaatan teknologi keuangan (financial technology) untuk meningkatkan inklusi keuangan dan sistem pembayaran di kawasan. Gubernur dan Menteri Keuangan ASEAN juga sepakat untuk meningkatkan kerja sama yang lebih erat dalam berbagi informasi terkait risiko dunia maya (cyber risk).

Dan Ketiga, memperkuat kerja sama keuangan Chiang Mai Initiative Multilateralisation (CMIM) sebagai jaring pengaman keuangan kawasan yang efektif melalui peningkatan kapabilitas surveilans dan operasional dari ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO).

Selain itu, pada pertemuan tahunan tingkat Gubernur Bank Sentral anggota ASEAN disepakati 2 (dua) poin komitmen utama sebagai berikut:

Pertama, mendorong terus berlangsungnya sistem pembayaran yang handal, aman dan efisien sehingga kawasan ASEAN dapat berperan sebagai blok ekonomi yang lebih kompetitif.

Dan Kedua, mendukung inisiatif pengembangan sistem pembayaran lintas batas antar negara anggota ASEAN, yang diharapkan dapat mendorong perdagangan dan pariwisata intra-ASEAN;

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan BI mendukung inisiatif yang dibahas pada kedua pertemuan ASEAN tersebut, yang bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan, khususnya dalam memanfaatkan perkembangan ekonomi digital.

“Sesuai visi ASEAN, inisiatif ASEAN tersebut juga harus bertujuan untuk mencapai stabilitas sistem keuangan dan inklusivitas di kawasan,” jelasnya.

Dalam pertemuan yang mengangkat tema “Advancing Partnership for Sustainability” tersebut, Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan ASEAN menggarisbawahi tiga pilar utama untuk mencapai pertumbuhan yang inklusif dan berkesinambungan, yaitu konektivitas, sustainabilitas, dan resiliensi perekonomian dan sistem keuangan.

Pertemuan juga dihadiri oleh lembaga internasional International Monetary Fund (IMF) dan ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO) sebagai mitra ASEAN. Kehadiran lembaga-lembaga tersebut dimaksudkan untuk bertukar pandang mengenai kondisi terkini ekonomi global dan regional.

“Ke depan, Gubernur Bank Sentral dan Menteri Keuangan ASEAN akan terus memperkuat kerjasama keuangan regional untuk mencapai kawasan ASEAN yang semakin maju, resilien dan terintegrasi,” pungkasnya.