Investasi Asing Diprediksi Akan Terus Naik

37

Jakarta–Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengaku optimistis investasi asing yang masuk ke Indonesia akan terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi yang semakin membaik. “Dengan pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan mencapai 6,3 %, tentu saja akan ada peningkatan masuknya investasi asing ke Indonesia. Momentum ini akan dipakai oleh para investor asing untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi,” kata Direktur Kerja sama Regional Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rizar Indomo Nazaroedin di Jakarta, Rabu.
Bahkan Rizar mengungkapkan negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi baik akan menjadi bidikan para investor. “Itu sudah hukum alam. Negara dengan pertumbuhan ekonomi yang baik akan menjadi sasaran lahan investasi karena para investor asing juga tidak akan menahan modal mereka untuk hal yang produktif,” tambahnya.
Rizar juga mengatakan, meningkatnya investasi asing yang masuk ke Indonesia dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi, dan hal tersebut sesuai dengan visi Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM) BKPM. “Visi RUPM sampai tahun 2025 adalah penanaman modal yang berkelanjutan dalam rangka terwujudnya Indonesia yang mandiri, maju, dan sejahtera,” ujarnya.
Menurut Rizar, sebagian besar realisasi investasi asing di Indonesia berasal dari negara-negara di wilayah Asia. Berdasarkan Laporan BKPM, negara asal investasi asing terbesar pada triwulan II 2012 adalah Singapura, yaitu dengan nilai investasi sebesar 0,8 juta dolar Amerika (atau sekitar Rp7,7 miliar) atau 13,3 % dari total Penanaman Modal Asing (PMA) di Indonesia. “Empat negara asal investasi terbesar lainnya, yaitu Amerika sebesar 11 %, Australia sembilan %, Jepang delapan %, dan Korea Selatan 7,9 %,” kata Rizar memaparkan.
Laporan Kegiatan Penanaman Modal BKPM juga mencatat lima provinsi tujuan PMA terbesar, yakni Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, Papua, dan Kalimantan Timur. Selanjutnya, sektor PMA terbesar pada triwulan II/2012 adalah pertambangan, yaitu sebesar 16,3 % dari total PMA di seluruh sektor.

Sedangkan untuk sektor listrik, gas, dan air sebesar 9,3 %; kimia dan farmasi sebesar 16 %; industri makanan 8,3 %; industri barang logam, mesin dan elektronik 8,2 %.

Rizar berpendapat, sektor-sektor ekonomi yang menjadi sasaran investasi asing merupakan sektor yang dapat menarik kepercayaan para investor asing. Karena itulah, BKPM tetap optimistis pada 2013 kondisi investasi asing akan terus meningkat. “Indonesia saat ini dengan pertumbuhan ekonomi dan manajemen makro yang baik dapat menjadi negara terpercaya sebagai lahan investasi. Selain itu, negara kita terkenal dengan kekayaan sumber daya alamnya,” pungkasnya. **