Investasi Bodong di Daerah Suka Gonta Ganti Nama

Investasi Bodong di Daerah Suka Gonta Ganti Nama

0
BERBAGI
Salah satu investasi bodong yang meresahkan adalah Mavrodi Mondial Moneybox (MMM)

CIREBON-Upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuat regulasi penyaring investasi guna membendung investasi bodong ternyata belum membuahkan hasil.  Faktanya, geliat investasi bodong kembali meningkat.  Bahkan, dibeberapa daerah, pelaku investasi bodong ini suka gonta-ganti nama.  Hal ini menyulitkan OJK memberantas investasi bodong karena mereka bergerak di garis abu-abu, alias belum diatur.

Salah satu investasi bodong yang meresahkan adalah (Mavrodi Mondial Moneybox). Investasi ini menawarkan keuntungan 30 persen tiap bulan dengan sistem Manusia Membantu Manusia. Meski belum ada laporan kerugian dari konsumen, OJK telah mencoba memblokir situs ini, namun sekarang muncul lagi.

Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK, Agus Sugiarto mengatakan, salah satu cara memberantas investasi bodong adalah dengan memberi edukasi dan memperkenalkan layanan perbankan ke masyarakat daerah.

Menurutnya, sebanyak 59 persen masyarakat Indonesia belum melek masalah keuangan. Mereka berpotensi ditipu oleh investasi bodong. “Literasi dan edukasi keuangan dalam rangka menciptakan inklusi keuangan bisa mencegah investasi bodong seperti MMM itu. Kita beri edukasi ke masyarakat, kita jelaskan apa itu tabungan, deposito dan mereka tahu manfaat produk,” ucap Agus di Cirebon, Minggu (13/2).

Kepala OJK Cirebon, Muhammad Lutfi berpendapat sama. Salah satu cara memberantas investasi ilegal adalah dengan memberi pemahaman pada masyarakat. Memberantas langsung investasi bodong juga sulit karena mereka tidak meminta izin pada OJK. “Investasi ilegal bingung mengatasinya, mereka tidak izin ke kami. Kadang ada resistensi dari warga,” katanya.

Bahkan di Cirebon jelasnya, investasi bodong di duga dilakukan sebuah lembaga keuangan dengan menawarkan investasi ilegal.  Padahal, hingga kini perusahaan tersebut belum memiliki izin dari OJK dan menawarkan iming-iming bunga serta imbal hasil yang tinggi.  “Fenomena investasi ilegal di Cirebon begitu marak seperti CSI di Kabupaten Cirebon. Saya bilang kenapa ilegal? Karena dia hanya punya izin dari Kemkumham, padahal kegiatannya menggalang dana karena dia trading emas. Selain itu memberikan bunga/ keuntungan yang tidak masuk akal yakni keuntungan 5 persen setiap bulan,” kata Lutfi di Cirebon, Sabtu (13/2).

Lutfi menuturkan, tidak sedikit nasabah yang tergiur dengan iming-iming keuntungan 5 persen per bulan. Selain itu, ada juga investasi-investasi ilegal lainnya yang ditawarkan di Cirebon.  “Dana masyarakat besar, Nasabahnya ada 7.000. Kalau kita ambil misalnya minimal dia taruh Rp 50 juta sudah berapa banyak itu. Selain CSI banyak sekali yang lain seperti Pronesia dan dream for freedom. Kewalahan kita, waktu itu dream for freedom terendus terus langsung ganti nama,” jelasnya.

Saat ini, Lutfi mengaku belum bisa menindak tegas kegiatan tersebut, karena tidak memiliki izin dari OJK. Namun regulator telah melaporkan kejadian ini ke Satgas Wapada Investasi dan melakukan edukasi dan sosialisasi sebagai tindakan preventif.
“Sejauh ini sudah dilakukan investigasi oleh satgas waspada investasi yang meliputi OJK, Polri Kemkominfo, dan lembaga atau instansi lainnya. Berdasarkan pemeriksaan dua kali itu masih dikaji. Kalau potensi tentu ada potensi, karena dia bagi hasil 5 persen sebulan. Padahal prinsip investasi itu harus legal dan logis,” pungkasnya.

OJK sendiri akan terus memberantas pelaku investasi bodong ini. Caranya, dengan memberi pemahaman dan memperdalam akses keuangan pada masyarakat desa.

OJK secara resmi telah meluncurkan program Laku Pandai (Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusi) pada 26 Maret 2015. Pelaksaan program ini diawali empat bank yaitu BRI, Bank Mandiri, BTPN dan BCA.