Investor Indonesia Paling Optimis

46

JAKARTA- Manulife Investor Sentiment Index (Manulife ISI)  menunjukkan investor Indonesia tercatat sebagai investor paling optimis terhadap investasi di Asia (+54) diikuti oleh Malaysia (+52) di posisi kedua. Indeks tersebut lebih tinggi dari pada negara-negara maju Asia lainnya seperti Hong Kong (-4) dan Taiwan (-8) yang mencatat sentimen paling rendah.

Namun menurut Presiden dan CEO Manulife Asia Robert A. Cook, masih banyak orang Indonesia yang belum berinvestasi. Bahkan lebih dari setengah responden Indonesia (55 persen) mengatakan sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk berinvestasi di saham/ekuitas karena “kondisi pasar yang tidak stabil”, dan diikuti oleh persepsi bahwa instrumen investasi lainnya dapat memberikan keuntungan yang lebih tinggi (38 persen).

Hanya 30 persen dari investor di Indonesia yang setuju bahwa sekarang adalah waktu yang tepat untuk berinvestasi di saham/ekuitas. Para investor Indonesia lebih optimistis terhadap dana tunai (+90) dan properti, baik rumah sendiri (+84) maupun properti lainnya (+70), namun kurang tertarik pada saham/ekuitas (-8), hal ini kontras dengan Hong Kong dan Taiwan yang justru sebaliknya. “Investasi pendapatan tetap (+66) menjadi pilihan investasi lain yang diminati oleh investor dibandingkan reksa dana/unit trusts (+24),” kata dia.

Menurut dia, hanya 30 persen dari investor di Indonesia mengatakan bahwa mereka masih tertinggal dalam memenuhi tujuan keuangan mereka. Mayoritas responden mengambil langkah-langkah untuk mencapai tujuan keuangan mereka dengan cara menabung (68 persen) diikuti oleh mengurangi pengeluaran (53 persen).

Semua investor merasa tidak perlu berkonsultasi dengan konsultan keuangan karena merasa dapat mengelola investasi mereka sendiri. Kalangan generasi muda dan tua memiliki prioritas keuangan yang berbeda. Para generasi muda memprioritaskan dukungan pendidikan anak-anak mereka dan kesejahteraan orang tua sebelum menabung untuk pensiun. Sementara generasi tua memprioritaskan keuangan mereka untuk kesehatan, dan membiayai standar hidup mereka. “Mayoritas (96 persen) dari investor Indonesia mengatakan posisi keuangan mereka sama atau lebih baik dari dua tahun lalu dan hampir semua (66 persen) percaya bahwa posisi keuangan mereka akan sama atau bahkan lebih baik dalam dua tahun ke depan. Angka ini lebih tinggi dibandingkan Singapura dan Malaysia,” jelas dia.

Investor paling optimistis di Asia adalah China, dimana 68 persen berharap kondisi mereka akan lebih baik dalam waktu dua tahun ke depan. Hal ini kontras dengan Jepang, dimana hanya seperempat yang mengharapkan lebih baik.