ISKA Desak Pemerintah Ungkap Motif di Balik Teror Gereja di Medan

15
Ketua Umum Presidium Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA),Muliawan Margadana

JAKARTA-Ketua Presidium Pusat Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA), Muliawan Margadana menegaskan kasus percobaan bom bunuh diri dan penyerangan terhadap seorang pastor di Gereja Santo Yoseph, Medan, Minggu (28/8) sedang memimpin prosesi ibadat tidak bisa dianggap sederhana. Untuk itu ISKA mendesak Pemerintah khususnya jajaran Menkopolhukam dan aparatnya agar segera mengungkapkan kasus ini. “Peristiwa ‘serangan’ terhadap seorang Imam / Gereja Katolik yabg sedang memimpin prosesi ibadat dalam sebuah gereja dan dihadapan umat sangat serius,” ujar Muliawan di Jakarta, Minggu (28/8).

Menurutnya, teror gereja di Medan ini hampir sama dengan kejadian terjadi di Perancis yang mengakibatkan terbunuhnya seorang Imam. Peristiwa ini merupakan sebuah ‘pesan’ yang diberikan bahwa ditempat yang penuh kedamaianpun, aksi teror dapat dilakukan tanpa hambatan. “ISKA menyatakan keprihatinannya atas aksi teror ini sekaligus memberikan apresiasi kepada umat yang bertindak dengan cepat dan sigap sehingga tidak terjadi korban yang lebih fatal,”  katanya.

Untuk itu ISKA mendesak Pemerintah melakukan langkah-langkah strategis terhadap keamanan dan ketenangan umat dalam beribadah di rumah ibadahnya masing-masing. Apalagi, keamanan beribadah sudah dijamin oleh UUD’45.

Dia menegaskan, perilaku teror seperti ini tidak dapat ditoleransi dan harus dicegah agar tidak terulang kembali . “Aparat harus mampu menjelaskan selengkap mungkin motivasi serta kelompok dibalik peristiwa ini dalam waktu secepatnya agar tidak menimbulkan praduga yang belum tentu benar dikalangan umat,” pintanya.

Kepada Umat Katolik se Indonesia Muliawan mengajak agar menghadapi masalah ini dengan penuh kearifan sambil meningkatkan kewaspadaan serta kerukunan bersama komponen bangsa lainnya.

Sebagaiman kasus di Tanjung Balai , maka Indonesia akan terus mendapatkan gangguan baik dari dalam maupun luar negeri , agar Persatuan dan Kesatuan tidak tercapai , karena persatuan itulah kunci bagi bangsa Indonesia untuk menghadapi berbagai masalah kebangsaan. “Bila kita tidak dapat menjaga Persatuan itu sendiri maka runtuhlah bangsa yang kita cintai ini, ikatan persaudaran, kebersamaan dan rasa saling mempercayai adalah hal yang hakiki dalam menciptakan keamanan yang sejati dalam masyarakat,” terangnya.

Dia mengatakan, sulit menyandarkan keamanan dan ketertiban pada Instransi keamanan semata. Karena itu,  sudah saatnya gereja menyikapi pristiwa itu dengan bijak sembari melakukan antisipasi hingga kejadian yang sama dapat dicegah dikemudian hari dengan tujuan agar ketenangan umat dalam beribadah juga semakin baik. “Untuk itu ISKA mengusulkan pembentukan Crisis Management Team and Plan (CMTP) dan siap untuk memfasilitasinya,” pungkasnya.