Istana Tepis Isu Pelengseran Presiden

Istana Tepis Isu Pelengseran Presiden

0
BERBAGI
Seskab Pramono Anung

JAKARTA-Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menepis anggapan, jika konsolidasi politik yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo paska terjadinya aksi demonstrasi di depan Istana Negara, Jakarta, Jumat (4/11) lalu, dengan menemui dan mengundang sejumlah ulama, serta mengunjungi satuan-satuan pada Tentara Nasional Indonesia (TNI), karena adanya upaya pelengseran terhadap Kepala Negara. “Enggak. Yang jelas Presiden berkomunikasi, bersilaturahmi , berdialog dengan siapapun agar masyarakat ini segera tenang karena momentum perbaikan,” kata Pramono kepada wartawan, di ruang kerjanya lantai II Gedung III Kemensetneg, Jakarta, Senin (14/11).

Menurut Seskab, konsolidasi politik yang dilakukan oleh Presiden Jokowi dengan mengunjungi kantor PBNU, Muhammadiyah, mengundang ulama, dan berkunjung ke satuan-satuan elit TNI memberi pesan ke publik bahwa Presiden tetap berpegang teguh pada proses hukum.

Kepala Negara memastikan tidak melindungi atau mengintervensi proses hukum dalam persoalan yang sekarang ini diramaikan atau menjadi konsumsi publik yang sangat terbuka,.

Setkab mengatakan dengan tidak melakukan intervensi maka Presiden memberikan kewenangan sepenuhnya kepada Polri untuk menindaklanjuti itu. “Mudah-mudahan segera ada keputusan,” ujarnya.

Dari konsolidasi yang dilakukan, baik ke Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), Brimob, juga ke Alim Ulama itu,menurut Seskab, Presiden berharap tidak ada demonstrasi pada 25 November nanti. “Kalau ini sudah diputuskan secara terbuka, transparan dan betul-betul memenuhi keinginan dan harapan publik tanpa ada tekanan apapun kepada penegak hukum, maka harapannya adalah tidak ada demo lagi,” harapnya.

“Negara ini memang negara hukum, bukan berdasarkan tekanan kekuatan politik siapapun yang melakukan itu,” tuturnya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan Presiden Jokowi bertemu dengan para tokoh yang terlibat langsung dalam aksi demonstrasi 4 November lalu, Seskab menegaskan, Presiden bisa berkomunikasi dengan siapa saja. “Tetapi yang jelas Presiden tentunya melakukan komunikasi dengan tokoh-tokoh  yang kemudian diharapkan bisa menentramkan persoalan ini. Jadi itu yang dilakukan,” ujarnya.

Setkab memastikan akan terus membangun komunikasi dengan berbagai elemen anak bangsa.  Komunikasi ini terbangun bukan karena peristiwa 4 November, tetapi bangsa ini membutuhkan kerjasama yang positif sesama anak bangsa.  “Presiden memang menjadwalkan untuk bertemu secara langsung dengan prajurit yang bertugas, misalnya di Paskas, di Kostrad, kemudian dengan alim ulama dan seterusnya. Jadi masih ada lagi,” pungkasnya.