Jokowi: 4 Tahun Kita Bangun Jalan Tol 782 km

11
Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana berkunjung dan berdialog ke kantor redaksi Jawa Pos, di Graha Pena, Surabaya, Sabtu (2/2)

SURABAYA-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, dalam 4 (empat) tahun ini pemerintahan telah mampu membangun jalan tol kurang lebih sepanjang 782 km. Angka ini berbanding terbalik dengan sebelumnya yang selama 40 tahun hanya mampu membangun 780 km. Hal ini karena pemerintah sudah menguasai lapangannya.

“Kunci-kunci masalah kenapa sih jalan tol itu tidak pernah selesai bertahun-tahun. Ini kita sudah mengerti dan cara menyelesaikannya seperti apa kita mengerti betul karena lapangannya terus saya ikuti,” kata Presiden Jokowi saat berkunjung dan berdialog dengan jajaran pimpinan Jawa Pos, di Graha Pena, Surabaya, Sabutu (2/2).

Presiden memberikan gambaran, sejak 1978 saat  jalan tol Jagorawi dibangun.

“Semua negara melihat itu selesai, manajemennya seperti apa, konstruksi seperti apa, jalan tol itu seperti apa sih. Semua pada melihat, Malaysia melihat, Vietnam melihat, Thailand melihat, Filipina melihat, negara di dekat-dekat kita ini melihat semuanya karena sesuatu yang baru,” ulasnya.

Menurut Presiden, problem utama jalan tolo adalah pembebasan tanah atau pengadaan tanah. Selain itu, banyaknya tanah-tanah yang berkaitan dengan instansi.

Sebagai contoh, tol Samarinda-Balikpapan. Disini ada dua penyebabnya yaitu melewati lahan konservasi dan tanah milik Kodam.

“Jadi kalau kita tidak mengerti yang menyelesaikan enggak ada. Yang menyelesaikan ya kita, kalau kita mengerti ya baru (bisa diselesaikan). Saya telepon Panglima,  dua minggu rampung. Hal-hal yang berkaitan dengan konservasi itu juga ada kok payung hukumnya, bisa diberikan, untuk kepentingan apa bisa. Saya telepon Menteri LHK, juga rampung,” ungkap Presiden.

Kunci-kunci seperti itu, menurut Presiden, yang sekarang harus dimengerti. Sehingga dalam empat tahun ini saja pemerintah sudah selesai membangun jalan tol sepanjang 782 kilometer, termasuk tol Jakarta-Surabaya-Pasuruan.

“Selama empat tahun itu kita telah membangun 782 kilometer. Dan hitungan kita, akhir tahun 2019 ini akan ada tambahan, sehingga total selama lima tahun nanti akan menjadi 1.854 kilometer,” kata Presiden Jokowi.

Presiden meminta tidak usah bertepuk tangan dulu, karena China yang membangun dengan kurun waktu yang sama sekarang sudah punya jalan tol 280.000 kilometer, 280.000 kilometer.

“Malaysia sudah melampau kita saat ini juga 1.824 kilometer,” imbuhnya.

Dengan telah dibangunnya sejumlah ruas baru jalan tol, Presiden ingin nantinya ada titik-titik kawasan wisata yang bisa berkembang lebih baik, ada kawasan-kawasan industri, ada kawasan-kawasan ekonomi khusus, menjadi titik-titik pertumbuhan ekonomi baru yang akhirnya membuka lapangan pekerjaan yang sebanyak-banyaknya.

“Goal-nya seperti itu, infrastruktur goal-nya mesti ke sana,” tegasnya.