Jokowi: Berantas Jaksa Yang Hambat Penegakan Hukum

24
Jaksa Agung Prasetyo pada upacara Hari Adyaksa ke-56, di halaman kantor Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (22/7)

JAKARTA-Presiden Joko Widodo menegaskan aparat Kejaksaan merupakan salah satu pilar penegak hukum yang utama. Karena itu, Kejaksaan perlu meraih kepercayaan publik dengan memperbanyak jaksa yang jujur dan profesional. “Itulah sosok jaksa idaman kita semua. Teruskan perubahan, berantas jaksa yang menghambat terwujudnya penegakan hukum dan keadilan,” kata Presiden Jokowi melalui akun instagram yang diunggahnya beberapa saat lalu. Pesan ini disampaikan Presiden Jokowi dalam menyambut Hari Bhakti Adyaksa ke-56, Jumat (22/7).

Sementara melalui akun twitternya @jokowi, Presiden Jokowi menulis: “Jaksa yang jujur dan profesional idaman kita semua. Teruskan perubahan, lawan mafia kasus. Selamat Hari Bhakti Adhyaksa 2016 “.

Secara terpisah, Jaksa Agung Prasetyo sendiri saat memberikan evaluasi kinerja Kejaksaan Agung selama setahun mengakui masih adanya jaksa-jaksa nakal di lingkungannya. Untuk itu, Jaksa Agung mengimbau jajarannya agar dilakukan penindakan terhadap oknum-oknum jaksa nakal itu. “Ada masalah di internal karena masih ada beberapa oknum warga Adhyaksa yang masih nampaknya melakukan paradigma-paradigma lama, masih gemar melakukan hal-hal yang bersifat tercela, katakanlah misalnya menyalahgunakan wewenang dan kekuasaan,” kata Prasetyo kepada wartawan, di kantor Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (27/7) pagi.

Jaksa Agung mengaku berusaha keras agal hal-hal itu harus segera diakhiri. “Kita sudah mengatakan Jaksa Agung Muda dan para Kajati untuk melihat masalah yang sangat serius yang harus kita tindak lanjuti,” ujarnya.

Sebelumnya dalam sambutannya pada peringatan Hari Bakti Adhyaksa ke-56, Jaksa Agung Prasetyo mengingatkan jajarannya untuk tidak main-main dalam penegakan hukum. Dia juga meminta warga Adyahksa agar tidak sekali-kali melakukan pelanggaran hukum. “Dengan tema kita junjung tinggi citra kejaksaan dengan kepedulian sosial kepada anggota dan masyarakat. Kita junjung tinggi dan menghindari kebatilan dan peran aparatur negara tidak dijadikan formil dan materi, tapi kaidah agama moral dan etika. Untuk itu untuk menjaga integritas dan merawat penting,” pesan Prasetyo kepada warga Adyaksa.