Jokowi: Indonesia Sangat Besar, Kalau Kita Lemah, Asing Akan Masuk

100
Presiden Jokowi saat mengunjungi Pondok Pesantren Miftahul Huda di Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (10/6)

TASIKMALAYA-Presiden Joko Widodo kembali menegaskan bahwa negara Indonesia ini sangat besar dengan potensi keberagaman yang tidak tertandingi oleh negara lain.

Namun jika anak bangsa lemah maka asing akan mudah masuk ke Indonesia. “Kalau asing melihat kita lemah, asing melihat kita retak, mereka akan masuk semuanya karena sumber daya alam, baik di laut maupun di darat negara ini sangat besar,” ujar Presiden Joko Widodo saat mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Huda di Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat Sabtu (10/6).

Presiden yang bermalam di Hotel Santika Kota Tasikmalaya, tiba di kompleks Pondok Pesantren pada pukul 09.15 WIB, dan disambut Pimpinan Umum Ponpes, KH. Asep A. Maoshul Affandy.

Selanjutnya, bersama-sama menuju Gedung Hamida untuk bertemu keluarga besar Ponpes Miftahul Huda.

Dalam sambutannya, Kepala Negara mengatakan negara Indonesia sangat besar. Hal ini dirasakannya setelah terbang dari Aceh menuju ke Jayapura Papua yang memakan waktu 9,5 jam. “Itu kalau dibentangkan, Indonesia kalau ke barat, sudah hampir sampai ke Turki,” terangnya.

Namun sayangnya, anak bangsa seringkali tidak menyadari akan besarnya potensi negara ini.

Presiden mengaku, tidak ada negara manapun yang sekaya Indonesia.

Negara ini jelasnya, memiliki 17.000 pulau, 516 kabupaten dan kota, 34 provinsi, 714 suku. Bahkan, Indonesia juga memiliki lebih dari 1.100 bahasa daerah. “Tidak ada negara dimanapun negara dengan ragam seperti kita,” ungkap Presiden.

Presiden Jokowi mengaku kekayaan ragam ras, ragam suku, ragam budaya adalah sebuah karunia Allah SWT yang dimiliki oleh Indonesia. Karena itu, semua harus menyukuri karunia ilahi ini dengan memaksimalkan potensi yang ada agar bisa bersaing dengan negara lain.

“Hal ini akan menjadi sebuah kekuatan, akan menjadi sebuah potensi keberagaman apabila kita bisa menyatukan, apabila kita bisa mempersatukan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia sehingga bisa bersaing dan berkompetisi dengan negara-negara yang lain,” tutur Presiden.

Kepala Negara lantas menceritakan mempelajari perbedaan bahasa di Indonesia dalam setiap kunjungan kerja ke daerah.

Walaupun berada di provinsi sama namun berbeda bahasa sapaannya. “Inilah keberagaman kita dari Sabang sampai Merauke, inilah keberagaman kita dari Miangas sampai Rote,” kata Kepala Negara

Untuk itu, Presiden Jokowi mengingatkan kembali tentang potensi besar yang dimiliki oleh Indonesia. Keberagaman dan luas wilayah Indonesia adalah potensi kekuatan.

Presiden juga meminta agar dalam kehidupan muamalah sehari-hari untuk terus menjaga persaudaraan, baik sebagai saudara sesama muslim dalam sebuah ukhuwah islamiyah juga sebagai saudara sebangsa dan setanah air dalam bingkai ukhuwah wathoniah.

Mengakhiri sambutannya, Presiden mengajak silaturahim ini tidak hanya berhenti di sini.

Bahkan Kepala Negara sangat terbuka jika ada hal yang berkaitan dengan pondok pesantren, baik salafi maupun bukan, yang memiliki masalah kepemerintahan maupun bukan untuk bisa disampaikan. “Karena saya meyakini, potensi yang dimiliki oleh pondok pesantren adalah sebuah kekuatan besar bangsa ini,” pungkasnya.