Jokowi Ingin Beli Properti Pengganti Gedung KBRI Moskow

229
Presiden Jokowi berbicara dengan Presiden Putin, Rabu (18/5) sore di Bucherov Rucey, Sochi, Rusia

RUSIA-Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral bersama Presiden Rusia Vladimir Putin di kediaman resmi Presiden Federal Rusia Bocharoc Rucey pada Rabu, (18/5) petang, waktu setempat. Selain berbicara soal kelapa sawit, dalam pertemuan empat mata itu, Presiden Jokowi juga menyampaikan niat Pemerintah Indonesia untuk membeli properti di Moskow sebagai pengganti Gedung Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Wisma Duta Besar di Moskow yang sedang direnovasi.  “Saya mengharapkan rencana ini dapat difasilitasi Pemerintah Rusia,” kata Presiden Jokowi saat memberikan keterangan pers bersama Presiden Putin usai pertemuan empat mata di Bucherov Rucey, Soci, Rusia, Rabu (18/5) tengah malam WIB.

Seperti diberitakan, selama ini Gedung KBRI Moskow dan Wisma Duta masih berstatus sewa, dengan tarif di atas US$ 60 ribu per bulan.

Kondisi ini sangat kontras dibandingkan Kedutaan Rusia di Jakarta, yang memiliki 30 unit properti di Indonesia berstatus hak milik.

Keadaan ini tentu saja, sangat membebani keuangan negara. Sebab, Pemerintah Indonesia telah menyewa gedung itu lebih dari 50 tahun.

Dalam pertemuan itu, keduanya mengutarakan keinginannya agar ekspor kelapa sawit Indonesia ke Rusia dapat ditingkatkan. “Untuk perdagangan, kami sekali lagi minta kepada Presiden agar kiriman minyak sawit  kita ke Rusia bisa diberikan jalan yang baik sehingga bisa kita meningkatkan lagi jumlahnya,” ujar Presiden.

Kelapa sawit, lanjut Presiden, adalah ekspor terbesar Indonesia ke Rusia dengan nilai kurang lebih 480 juta dolar AS pada tahun 2015 dan telah mendatangkan manfaat ekonomi bagi petani kepala sawit di Indonesia. “Sekali lagi saya berharap agar kebijakan Yang Mulia bisa meningkatkan ekspor kelapa sawit Indonesia ke Rusia,” kata Presiden Jokowi kepada Presiden Vladimir Putin.

Presiden juga mengungkapkan Rusia adalah sahabat Indonesia dan berharap agar hubungan kedua negara dapat terus ditingkatkan. “Hubungan sejarah panjang dulu sejak Presiden pertama Indonesia Soekarno, saya kira perlu tingkatkan lagi sekarang ini dan saya ingin agar hubungan ekonomi, hubungan politik, hubungan budaya ini bisa kita kembangkan lagi,” ungkap Presiden.

Seperdi beritakan, Presiden Jokowi dan rombongan tiba di Sochi, Rusia, Rabu (18/5) pukul 14.35 waktu setempat atau 18.35 WIB. Sebelum mendarat di Bandar Udara Adler Sochi, Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 transit terlebih dahulu di Bandar Udara Internasional Tolmachevo, Rusia.

Setibanya di Bandar Udara Adler Sochi, Presiden disambut di oleh Duta Besar Repubilk Indonesia untuk Rusia Wahid Supriyadi, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Yurievich Galuzin, dan Wali Kota Sochi Pahamov Anatoliy Nikolaevich.  “Lawatan Presiden Joko Widodo ke Rusia ini dimaksudkan untuk melakukan pertemuan terbatas dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan penandatanganan perjanjian bilateral antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Rusia,” demikian disampaikan Tim Komunikasi Presiden Ari Dwipayana dalam keterangan tertulisnya (18/5).

Selain bertemu dengan Presiden Putin, Presiden Jokowi dijadwalkan untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN-Rusia (ASEAN-Russia Summit) 2016 yang mengusung tema “Moving Towards a Strategic Partnership for Mutual Benefit” atau Bergerak menuju Kemitraan Strategis yang Saling Menguntungkan.

“Melalui konferensi itu, negara anggota ASEAN dan Rusia akan membahas berbagai upaya untuk memperkuat kerja sama kemitraan, mempersempit kesenjangan pembangunan, menjalin konektivitas, serta memberikan hasil konkret bagi kesejahteraan masyarakat,” kata Ari Dwipayana.