Jokowi: Jangan Buat Perda Penghambat Investasi

64
Presiden Joko Widodo/photo dok tempo

JAKARTA-Presiden Joko Widodo meminta kepala daerah untuk mengimplementasikan paket kebijakan ekonomi yang saat ini telah berjalan. Bentuk nyata dukungan pemerintah daerah itu yakni menerapkan aturan daerah yang berkualitas dan tidak menghambat.

Menurut Presiden, dukungan daerah sangat perlu karena paket kebijakan ekonomi tidak dibuat hanya untuk pusat, tetapi juga daerah untuk menarik investasi dan perdagangan. Untuk itu, Kepala Daerah  jangan membuat Peraturan Daerah yang justru menghambat investasi. “Sekarang ada paket deregulasi ekonomi jilid satu sampai dua belas. Mestinya paket-paket tersebut ditindaklanjuti oleh daerah dalam implementasi aturan daerah. Jangan buat aturan yang justru menghambat gerak kita. Saat ini ada 3.000-an Perda yang justru menghambat investasi,” tambahnya.

Selain perombakan regulasi-regulasi penghambat, Presiden menjelaskan sinergi antara pusat dan daerah juga dapat dilakukan dengan percepatan pembangunan infrastruktur di daerah. Percepatan pembangunan tersebut dapat dilakukan bila daerah memberi kemudahan dalam mengeluarkan izin investasi. “Saya titip percepatan pembangunan infrastruktur, misalnya jalan tol dan pelabuhan. Harus pandai-pandai memasarkan daerah, sampaikan ke calon investor, kemudian tindak lanjuti dengan percepatan perizinan sehari bahkan sejam selesai,” terang Presiden.

Namun demikian, Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan kepada pemerintah daerah untuk selalu menyiapkan sumber daya manusia yang andal untuk mengimbangi percepatan pembangunan infrastruktur tersebut. “Begitu infrastruktur jadi, daerah harus antisipasi dengan SDM yang baik,” tegasnya.

Terkait dengan kemudahan investasi dan bisnis, Presiden kembali menekankan harapannya agar Indonesia mampu mengejar negara-negara lain dalam peringkat kemudahan bisnis. Tahun lalu, Indonesia berada di peringkat 109 dari 189 negara. “Jauh sekali dengan Singapura, Malaysia, dan Thailand. Saya minta ke Menko Perekonomian, target saya tahun ini ranking 40,” sambung Presiden.

Presiden juga mengharapkan agar saat ini daerah mulai berfokus pada potensi yang unggul di daerahnya masing-masing. Hal ini bertujuan untuk efisiensi dan memunculkan ciri khas dari masing-masing daerah. “Harus berani fokus, super fokus. Jangan semua dikerjakan, kita akan kehilangan efisiensi. Saya berikan contoh, sebuah kota di Amerika, Sunnylands, kota itu hanya konsentrasi pada lapangan golf, satu kota ada 37 lapangan golf. Setiap hari ada ratusan jet pribadi,” ujar Presiden.

Menurut Presiden, terlalu banyak berkonsentrasi di berbagai bidang pekerjaan justru akan mempersulit pemerintah daerah itu sendiri dalam manajemen pengawasannya. “Kabupaten khusus ngurusin bola, menjadi kota bola. Jangan semua dikerjakan, semakin fokus, semakin baik. Kekuatan kabupaten apa? Diurus betul, nelayan diurus betul, industri diurus betul,” tegas Presiden.