Jokowi Puji Anak Muda ASEAN Melawan Radikalisme di Internet

28
Presiden Jokowi menghadiri Sidang Pleno KTT ASEAN ke-28 di NCC, Vientiane, Laos

LAOS-Presiden Joko Widodo memuji kemampuan anak muda ASEAN dalam melawan radikalisme di internet.

Saat berbicara didepan sejumlah pemimpin negara ASEAN dan perwakilan pemuda ASEAN, di National Convention Centre, Vientiane, Laos, Presiden mengajak para pemuda ASEAN berinovasi dengan memanfaatkan era digital dan media sosial untuk menyampaikan pesan-pesan yang bermanfaat dan membawa dampak positif bagi ASEAN. “Sampaikan kepada kita apa yang harus kita lakukan, sampaikan kepada kita bagaimana melawan radikalisme yang beredar di internet, sampaikan kepada kita bagaimana kita dapat menggunakan teknologi digital,” ujar Presiden Jokowi seperti dikutip dari setkab.go.id Rabu (7/9).

Presiden Jokowi mengatakan, anak-anak muda yang mengisi separuh dari 600 juta penduduk ASEAN memiliki kesamaan. Anak muda ASEAN hidup di era digital dan media sosial sekaligus hidup di area keterbukaan dan kompetisi. Oleh karena itu, para pemimpin negara-negara ASEAN perlu mendengarkan anak-anak muda itu. “Kami para leader ini justru ingin mendengarkan dari kalian, kita menginginkan anak-anak muda ini menjadi leader untuk bagaimana cara mentransformasikan ekonomi, bagaimana mereformasi masyarakat , bagaimana menggunakan IQ. Karena anak-anak muda ini lebih canggih di bidang IT, untuk mentransformasikan masalah pertanian, untuk melakukan transformasi di bidang perikanan, untuk menjadikan pemerintah lebih baik,” kata Presiden Jokowi.

Presiden menekankan di era keterbukaan dan kompetisi saat ini, peran anak-anak muda ini menjadi lebih penting. Apalagi, kawasan ASEAN dikaruniai demographic dividend pada saat kawasan-kawasan lain mengalami aging population.

Karena itu, Presiden Jokowi memberikan semangat bagi anak-anak muda ini untuk memperkuat masa depan ASEAN, terutama keahlian mereka di bidang informasi teknologi.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi mengingatkan para pemimpin negara ASEAN untuk mendukung langkah para pemuda ASEAN ini, sehingga mereka mendapatkan kebebasan dan peluang untuk berkarya lebih baik. “Kita perlu mendengar para pemuda kita, kita perlu memberikan kesempatan kepada para pemuda kita untuk melakukan eksperimen dan inovasi, ” ujarnya.

Meskipun demikian, Presiden Jokowi mengingatkan bahwa perjuangan para pemuda dalam membangun masyarakat ASEAN, juga tidak akan luput dari berbagai rintangan dan cobaan. “Tinggal di era internet banyak godaannya, anda dapat jatuh ke dalam perangkap dan menjadi sangat terobsesi dengan karir anda,” tuturnya.