Jokowi: Silahkan Demo, Asal Jangan Anarkis

41
Presiden Joko Widodo

JAKARTA-Ratusan ribu orang dikabarkan akan mengepung Istana Negara dalam sebuah aksi demonstrasi besar-besaran tanggal 4 November mendatang. Salah satu tntutan dari Demonstrasi yang berlabel ‘Jihad Konstitusional’ itu yakni menangkap Basuki Tjahaya Purnama karena telah menodai agama.

Presiden Joko Widodo mengatakan demonstrasi adalah hak demokratis setiap warga. Namun dengan syarat, jangan sampai merusak. “Silakan! Boleh saja mau demonstrasi tapi yang penting jangan memaksakan kehendak atau yang merusak, yang anarkis. Ini yang tidak boleh,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan usai menghadiri acara Hari Menabung Nasional, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Senin (31/10).

Menurut Presiden, pemerintah terus akan menjamin setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat, tetapi tetap mengutamakan ketertiban umum. “Saya sudah memerintahkan kepada aparat untuk bersiaga dan menjaga, dan melakukan tugasnya dengan profesional jika ada tindakan anarkis oleh siapapun,” ungkap Presiden.

Presiden membebaskan masyarakat untuk berbicara apa saja tentang pemerintahannya, termasuk berbicara melalui media sosial.

Kebebasan menyampaikan pendapat sudah dijamin konstitusi. “Tetapi, ada batas-batasnya, ada etikanya, ada sopan santunnya di situ. “Juga ada undang-undangnya yang mengatur itu. Hati-hati,” tuturnya.

Saat ditanya wartawan mengenai keberadaannya pada 4 November mendatang, Presiden Jokowi menegaskan ada di tanah air. “Tanggal 4 November, Presiden ada di Indonesia,” tegasnya.