Jokowi: Undang Para Blogger ke Sumba Untuk Bantu Promosi

64

SUMBA-Presiden Joko Widodo meminta agar keunikan budaya yang ada wilayah Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) harus dikelola secara profesional dan modern. Salah satu caranya memanfaatkan media sosial untuk promosi bahkan menggundang para blogger ke Sumba untuk membantu promosi yang ada.

“Kalau perlu cari sutradara film, baik nasional maupun internasional yang mau produksi filmnya dengan latar belakang keindahan Sumba, supaya NTT makin terkenal di manca negara,” ujar Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Parade Kuda Sandelwood dan Festival Tenun Ikat Sumba 2017 di Lapangan Galatama, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT, Rabu (12/7).

Presiden berharap agar Parade Kuda Sandelwood dan Festival Tenun Ikat Sumba tidak seperti kembang api, menyala terang satu kali tapi langsung redup. Namun harus dibuat secara berkelanjutan, sehingga harus dipikirkan apa yang dapat dilakukan untuk mempertahankan budaya ini agar tingkat kedatangan wisatawan tetap berlangsung meski tidak ada festival.

Kepala Negara menegaskan Indonesia memiliki keunggulan dibanding bangsa-bangsa lain didunia. Untuk itu, keunikan tersebut harus dikelola dengan baik dan kegiatan promosi dapat dilakukan secara masif dan efektif agar wisatawan berbondong-bondong datang. “Setiap suku dan daerah memiliki keunikan dan memiliki kelebihannya masing-masing yang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Dengan jumlah suku sebanyak 714 etnis yang tersebar di 17.000 pulau, Indonesia sangat unggul,” tuturnya.

Turut mendampingi Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo antara lain, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya dan Bupati Sumba Barat Daya Markus Dairo Talu.

Setelah santap siang bersama, Presiden dan Ibu Iriana bersama rombongan kemudian melanjutkan perjalanannya menuju Makassar, Sulawesi Selatan pada pukul 14.00 WITA melalui Bandara Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1.

Presiden mengaku, banyak sekali keunikan yang dimiliki oleh Pulau Sumba. Misalnya, kuda Sandelwood yang setiap tahun dipakai untuk parade. Bahkan tak jarang digunakan untuk mas kawin. “Ini simbol kesatria,” ucapnya.

Keunikan lainnya adalah budaya cium hidung. Saat tiba di bandara, Presiden dibisiki Bupati Sumba Barat Daya tentang cium hidung. “Itu adalah simbol nafas kehidupan,” ujar Presiden.

Acara Festival Sandelwood dan Kain Tenun Ikat Sumba jelas Presiden merupakan contoh nyata, bagaimana alam memberikan sebuah budaya lokal yang menjadi keunggulan dalam pariwisata.

Dalam acara itu Presiden Jokowi hadir dengan memakai pakaian adat laki-laki Sumba yang disebut Kalambo dilengkapi Kapaouta beserta parang Sumba. Kalambo merupakan kain tenun yang diikat pada bagian pinggan, sedangkan Kapouta kain penginkat kepala. Sedangkan Ibu negara Ny. Iriana Widodo juga memakai pakaian adat wanita Sumba yang disebut Paghe’e – kain tenun yang dililit pada bagian pinggang – beserta Kaleku (tas yang biasa dipakai perempuan Sumba).

Presiden Jokowi juga sempat mengadakan kuis kepada masyarakat yang hadir dan memberikan sepeda sebagai hadiah untuk setiap pertanyaan yang dapat dijawab dengan baik.

Sebelum meninggalkan Lapangan Galatama, Presiden juga menyaksikan atraksi budaya, parade kuda Sandelwood, proses tenun ikat, serta menyapa dan berswafoto dengan masyarakat.