Kader Nasdem Sanggah BUMN Bangkrut

27

JAKARTA-Tudingan capres Prabowo terkait BUMN bangkrut mendapat sanggahan dari Kubu Koalisi Indonesia Hebat. Apalagi sebutan bangkrut tersebut tidak jelas parameternya. “Lho, kalau disebut bangkrut itu apa ukurannya. Sekarang inikan BUMN ini memang pendapatannya yang tidak signifikan. Jadi bukan bangkrut,” kata anggota Komisi XI DPR Donny Imam Priambodo kepada wartawan di Jakarta, Kamis (17/1/2019).

Lebih jauh kata Politisi Nasdem, banyak BUMN yang sebenarnya memiliki kinerja baik. Bahkan memberikan keuntungan untuk negara. “Perlu diingat, tugas BUMN itu bukan semata-mata profit oriented, tapi juga ada fungsi pelayanan yakni kepada publik. Jelas berbeda dengan swasta yang memang orientasinya hanya mencari untung,” tambahnya.

Tentu berbeda dengan swasta, kata Caleg petahana dari Dapil Jateng III, yang memang selalu mencari untung. Dengan begitu proyek-proyek yang berorientasi pelayanan publik, swasta jarang yang mau mengerjakan. “Ya, kapan bisa balik modalnya,” ucapnya seraya mempertanyakan.

Menurut Donny, sebenarnya BUMN tidak bisa juga dipaksa untung banyak, karena ada tugas “sosial”. Yakni penugasan dari pemerintah. “Ini juga harus menjadi pertimbangan,” tegasnya.

Sebelumnya Menteri BUMN, Rini Soemarno mengaku pernyataan Prabowo bisa berdampak pada para pegawai BUMN. “Kalau geger dikatakan mau bangkrut, karyawan BUMN apa nggak ketar ketir. Jadi bicara soal data, kita juga tanggung jawab,” jelasnya di Jakarta, Rabu (16/1/2019).

Kondisi BUMN saat ini, kata Rini, justru malah lebih baik jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, Rini mengklaim jumlah BUMN rugi terus berkurang. “Perusahaan nggak selalu naik, ada turunnya itu biasa, termasuk BUMN. Yang penting bagaimana menjaga dan mengurus BUMN supaya prudent, kan kita tanggung jawab nggak hanya pemegang saham tapi seluruh keluarga karyawan,” kata Rini.

Bukti BUMN semakin bisa dilihat dari keberhasilan pembangunan infrastruktur yang selama empat tahun dikebut pemerintah. Contoh lain lagi PLN mengalirkan listrik hampir ke seluruh penjuru Indonesia.

Oleh karena itu, Rini pun berharap kritikan keras yang ditujukan kepada BUMN pun harus berdasarkan data yang tepat. “Makanya bicara soal data. Karena semua harus dilihat dalam konteksnya, jangan lihat general,” kata dia.

“Karena kita ingin bagaimana BUMN dapat untuk yang pada akhirnya menyejahterakan masyarakat melalui program-program, karena kalau BUMN nggak sehat nggak mungkin bangun ini itu,” tambah dia.