KADIN PB SHIA Bangun Sinergi Bisnis Dengan AP II dan Pemerintah

95

TANGERANG-Ketua KADIN PB (Paradigma Baru) Pusat, Edi Ganefo meminta KADIN SHIA (Soekarno Hatta Internasional Airport) bisa menjadi jembatan antara pengusaha dengan PT.AP II dan pemerintah, khususnya pemerintah daerah.

“Dengan pembentukan pengurus KADIN PB SHIA, diharapkan ada sinergi dan pola kemitraan dalam dunia usaha dilingkungan AP II, khususnya Bandara Soekarno Hatta,” katanya, saat melantik pengurus KADIN PB SHIA periode 2018-2023, yang bertempat di Gedung 601 AP 2 Bandara Soekarno Hatta, Kota Tangerang, Sabtu (6/10/2018).

Pelantikan pengurus tersebut, kata Eddy, mengusung thema “Meningkatkan Produktifitas Pengusaha, terutama pengusaha UMKM”. Karena UMKM ini salah satu pilar kekuatan ekonomi nasional. Karena itu UMKM tak boleh dianggap remeh. Bahkan merupakan menjadi pioner bagi lembaga KADIN di lingkup kawasan Bandara Soekarno Hatta yang bernaung dibawah PT Angkasa Pura (AP) II.

“Makanya KADIN SHIA harus mampu menjadi jembatan antara pengusaha dengan AP II dan pemerintah,” tambah Alumnus FE Universitas Sriwijaya.

Sementara itu Ketua KADIN PB SHIA Hendra Ferdiansyah mengatakan asosiasi ini menjadi wadah para pengusaha guna mengembangkan dan mewujudkan dunia usaha yang profesional.

“Bandara Soekarno Hatta, adalah kawasan yang menjadi gerbang Indonesia. Karena banyak para perusahaan jasa yang melakukan aktifitas dan bisnis,” kata Hendra yang didampingi Ayib Amir Ketua Bidang CSR dan Bisnis, Faisal Ketua Bidang Ketenagakerjaan dan Surety boon, dan Cecep Alvian, Ketua Komite Perpiaan dan Sarana Air Bersih.

Diharapkan tambah Hendra, selain menjadi media promosi parawisata, Bandara Soekarno Hatta dinilai sebagai kawasan yang mampu menjadi penunjang dunia usaha di Banten.

“Maka itu KADIN PB Banten, perlu membentuk wadah khusus yang bisa mempromosikan potensi yang ada di Provinsi Banten, terutama dunia usaha, industri pariwisata dan potensi lain,” terangnya.

Selain itu tambahnya, KADIN PB SHIA harus mampu menjadi mitra utama antara pengusaha dengan pemerintah. Sehingga lembaga ini menjadi sarana para pengusaha lokal dan luar negeri dalam melakukan kerjasama, terutama dalam membangun iklim usaha yang kondusif dan profesional.

“Apalagi pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu mencapai 5 persen, sehingga menjadi daya tarik bagi investor asing untuk menanamkan investasinya di Indomesia dan Banten,” katanya.

Hendra, menyatakan KADIN SHIA siap bekerja sama guna mendukung program pembangunan dan mendukung komersial kawasan BSH, serta mampu menciptakan peningkatan sumber daya masyarakat sekitar.

Sementara itu Ketua KADIN PB Provinsi Banten, Yus Yusuf Subtandar mengatakan pembentukan pengurus yang pertama, KADIN PB SHIA akan mampu mengembangkan UMKM secara modern, mandiri, dan berkualitas untuk ketahanan ekonomi bangsa. “KADIN PB diharapkan mampu menjadi media komunikasi antara pengusaha dengan pemerintah dan penguasaha asing, sinergi sebagai ekonomi nasional,” katanya.

Selain itu tambahnya, KADIN mampu melakukan pembinaan organisasi perusahaan dan pengusaha sehingga berkembang, dan memberikan sertifikat sesuai dengan kiteria KADIN Indonesia.

“KADIN memiliki visi misi dalam menjalan tugas, menjadi mitra yg handal dan profesional dan terpercaya, mendukung program pembangunan oleh PT Angkasa Pura II, yang berada di Bandara Soekarno Hatta dan menciptakan persatuan dan kesatuan antara pengusaha dan perusahaan yang ada dan berperan serta dalam kemajuan di BSH,” katanya.

Yus menambahkan KADIN PB diharapkan mampu menjadi jembatan bagi pelaku bisnis dan tenaga kerja di BSH dan merangkul pelaku bisnis dan masyarakat di sekitar,

“Diharapkan KADIN PB SHIA akan memberikan pelatihan bagi UMKM dan masyarakat di sekitar BSJ, menjadi mitra bisnis yang profesional dan handal di lingkup BSH,” katanya.(can/*)