Kaji Ulang Impor Sapi Australia

22

JAKARTA-Pemerintah segera meninjau ulang impor sapi dari Negeri Kanguru. Kemungkinan besar akan ada perubahan country base syatem (CBS) menjadi “Zone Base”. “Kita mendukung perubahan terhadap Undang-Undang Peternakan agar pasokan sapi tidak terbatas dan bisa didatangkan produk apa saja, dari mana saja,” kata Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan di Jakarta, Rabu,(20/11).

Diakui Gita, Ketergantungan impor sapi dari Australia sangat tinggi. “Selama ini kita masih terbatas untuk melakukan import dari tempat tertentu,” ucapnya

Menurut Gita, dengan begitu, kata Gita, terbuka mendatangkan sapi dari negara lain untuk sapi dan produk-produk lainnya. Sehingga harga produk tersebut bisa lebih murah dan tentunya bisa dibuktikan bahwa produk atau sapi-sapi asal negara lain tersebut bebas dari penyakit. “Saya tahu, apakah itu sapi atau produk lainnya, itu lebih murah jika didatangkan dari tempat lain,” terangnya

Gita tak membantah akan mengkaji ulang kerja sama perdagangan dengan Australia menyusul semakin memanasnya hubungan kedua negara akibat kasus penyadapan pejabat negara termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Kita proses dan mengkaji, sulit jika kedua negara tetangga tidak bisa mempercayai satu sama lain untuk masalah apa pun, termasuk kerja sama ekonomi,” paparnya

Hubungan antara Indonesia dan Australia semakin memanas akibat aksi penyadapan yang dilakukan Australia terhadap para pejabat Indonesia dan juga Presiden SBY. Bahkan, Presiden SBY telah memutuskan untuk menghentikan latihan militer antar kedua negara tersebut.

Pemerintah akan menghentikan tiga kebijakan dengan Australia karena negara itu tidak dengan segera memberikan penjelasan terkait tudingan penyadapan yang dilakukan pada sejumlah pejabat.  **cea