Kakak Angkat Ahok: Ibu Saya Pertaruhkan Nyawanya Demi Ahok

68

JAKARTA-Kakak angkat Basuki Tjahaja Purnama, Andi Analta Amir kembali angkat bicara terkait tudingan penistaan agama kepada adiknya.

Dia percaya, Basuki tidak mungkin menistakan Islam,  agama yang dianut Ibunya, Misribu Andi Baso Amier.  “Saya sama sekali tidak tertarik dan tidak akan terjun ke dunia politik. Tetapi saya akhirnya tampil karena adik saya di bully habis-habisan,” tegasnya di Rumah Lembang, Rabu (30/11).

Dia menuturkan, Ahok tidak mungkin melakukan penistaan agama Islam. Apalagi, Islam adalah agama yang dianut Ibunya dan  Ahok sangat menghormati ibunya. “Hubungan Ibu  dengan Ahok bukan hubungan biasa. Ibunya,  sangat mencintai Ahok. Karena itu, sangat tidak masuk akal kalau adik saya dituding menistakan Islam,” jelasnya.

Menurutnya, saat masih hidup, Ibunya menitipkan Ahok kepadanya agar terus menjaganya. “Ahok ini saudara saya, dititip oleh ibu  ke kami. Diwanti-wanti agar menjaga Ahok. Jadi hubungan ibu saya dan Ahok bukan hubungan biasa,” terangnya.
Bahkan  Analta Amir cemburu melihat begitu dekatnya hubungan Ahok dan ibunya. “Pesan beliau, harus saling menjaga,” imbuhnya.

Dia menceritakan, rasa sayang Ibunya, Misribu kepada Ahok ditunjukan hingga nafas terakhirnya. Bahkan Ibu mempertaruhkan nyawanya demi Ahok.

Ada sebuah kisah saat di pemilihan bupati Belitung beberapa waktu lalu. Pada hari pencoblosan, Ibu Misribu sakit parah atau nyawanya tinggal 1/4 saja.

Melihat kondisi kesehatan yang memburuk, Analta Amir membawa ibunya ke Rumah sakit.  “Sebagai anak, kami membawa ibu ke rumah sakit. Saya perkirakan,  ibu nggak tertolong. Makanya di mobil, saya terus menggendong ibu dan saya stir ngebut,” kenangnya.

Namun dalam perjalanan kisahnya, Ibu meminta agar berbelok menuju Tempat Pemungutan Suara (TPS). “Mengingat kondisi ibu yang sakratul maut, saya tidak mau berdebat. Akhirnya, saya turuti permintaan ibu. Ternyata ibu memberikan suara bagi anaknya (Ahok).

Sebab bagi ibu saya, satu suara itu sangat berharga. Mungkin ibu saya tidak mau kalau anaknya kalah di pilbub gara-gara satu suara. Kalau saya di posisi ibu, sakit gigi aja saya nggak akan ke TPS,” tutur.

“Tetapi ibu kami tetap memberikan suaranya untuk anaknya, Ahok kendati dalam kondisi sakratul maut,”imbuhnya.

Menurut Ibunya, satu  suara sangat berarti sehingga nyawanya pun dipertaruhkan untuk anaknya, Ahok. Karna itu, dia menegaskan Ahok tidak mungkin  melakukan penistaan agama. “Saya ini bukan kakak main-main dan Islam saya  pun bukan Islam abal-abal. Pakaian yang saya kenakan ini melambangkan bahwa siapa saya sesungguhnya. Karenanya, saya sedih kalau adik saya dituduh menistakan Islam,” terangnya.

Dia mengatakan tudingan menistakan Islam ini hanya berlaku didalam Islam sendiri. Kalau diluar Islam maka itu mengolok-ngolok Islam. Dan ada dalilnya dalam Alquran. “Jika ada orang pandai yang mau berdebat, saya akan kasih dalilnya,”jelasnya.

“Sekali lagi, didalam koridor Islam, itu terjadi penistaan. Artinya yang melakukan penistaan itu orang Islam sendiri. Karena dia tidak indahkan Alquran, itu namanya penistaan. Kalau di luar Islam, mengolok atau mengejek, ada hukumnya dalam Islam. Hukumnya apa? Tinggalkan dia kalau tidak berubah. Kalau sudah berubah ya datangi lagi,” pungkasnya