Kapal Militer Produksi Banyuwangi Diekspor ke Rusia

71
serusindonesia.com

BANYUWANGI-Cita-Cita Presiden Jokowi menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia, bukan isapan jempol. Nyatanya, Industri galangan kapal nasional mampu memproduksi kapal berteknologi tinggi. Adalah PT Lundin Industry yang berbasis di Banyuwangi, memproduksi kapal rib (rigit inflatable boat) jenis carbotech dan kemudian mengekspornya ke Rusia. “Ekspor ini membuktikan industri kapal dalam negeri punya daya saing tinggi di kompetisi global, sekaligus mendukung visi kemaritiman Presiden Jokowi,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas usai mengikuti sea trail kapal rib (rigit inflatable boat) jenis carbotech di Selat Bali, Senin (12/3/2018).

Menurut Anas, kapal yang dibeli militer Rusia tersebut berhasil diujicobakan di Selat Bali, Senin. Oleh karena itu, Pemkab Banyuwangi optimistis, peluang industri perkapalan semakin terbuka lebar di Banyuwangi sekaligus diharapkan bisa menggerakkan perekonomian lokal.

Lebih jauh Anas mencontohkan pengembangan dermaga kapal pesiar yang digarap anak perusahaan BUMN di Pantai Boom, Banyuwangi. Dengan investasi marina di Pantai Boom yang bakal menyedot kapal pesiar, ada potensi bisnis pemeliharaan dan penyimpanan kapal (docking).

Selama ini, lanjutnya, kebanyakan kapal pesiar melakukan docking dan pemeliharaan penunjangnya di Surabaya dan Bali. “Nah ke depan harus bisa di Banyuwangi. Bisa semakin menambah penyerapan tenaga kerja, membikin perputaran ekonomi baru di sini,” pungkas Anas.

Sementara itu, Direktur PT Lundin Industry John Lundin mengatakan kapal itu mempunyai lambung 38 feet. Dengan ukuran lambung tersebut, kapal berteknologi tinggi ini diklaim sebagai produksi kapal tercepat di Indonesia, bahkan Asia. “Kelebihannya, kecepatannya mencapai 85 knots (160 km/jam) dan dirancang mampu menahan kekuatan di atas G7 (gravitasi 7). Saat ini yang tercepat di Indonesia, bahkan mungkin Asia,” kata Lundin.

Rusia memesan kapal buatan pabrikan Indonesia ini sebanyak tujuh kapal. Saat ini lima kapal telah dikirim ke negeri Beruang Merah tersebut. “Tadi yang diuji coba adalah kapal keenam. Khusus kapal keenam dan ketujuh kecepatannya 85 knot, di atas kecepatan lima kapal yang kami kirim sebelumnya 50 – 60 knot,” jelas Lundin.

Dua model kapal carbotech lainnya produksi Lundin juga telah digunakan untuk operasi militer di Swedia dan Rusia. “Kami banyak menerima pesanan kapal untuk militer, seperti dari Bangladesh, Hongkong, Malaysia, Brunei, Singapura,” jelas Lundin.

Keberhasilan industri perkapalan Banyuwangi memproduksi kapal Rusia itu menumbuhkan kebanggaan bagi warga setempat yang banyak bekerja di PT Lundin. Di antaranya adalah Hari Hermawan, karyawan assembling (perakitan/penggabungan komponen kapal).
“Saya terlibat untuk assembling kapal Rusia ini, rasanya bangga karena negara-negara di dunia bisa pesan ke Banyuwangi,” ujar pria lulusan SMK PGRI 2 Banyuwangi itu. ***