Kapasitas Terpasang Listrik Panas Bumi 7,2 GW Bukan Target Muluk

26
Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar

JAKARTA-Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar menegaskan target pemerintah untuk memanfaatkan sumber energy panas bumi pada tahun 2025 sebesar 5% atau setara 7,2 Gigawatts (GW) bukanlah hal yang “muluk-muluk” mengingat potensi yang dimiliki Indonesia yang sangat besar.  Tahun ini pemerintah mentargetkan peningkatan kapasitas terpasang listrik panas bumi menjadi 1.653 Megawatt (MW). “Install capacity sebesar 7,2 GW pada tahun 2025 sebenarnya bukanlah hal yang muluk-muluk bagi pemerintah mengingat Indonesia dianugerahi oleh potensi panas bumi yang sangat besar yaitu sekitar 29 GW. Namun produksi listrik dari pembangkit listrik dari panas bumi baru mencapai 1.494 MW atau sekitar 5% dari total potensinya,” ujar Arcandra saat memberikan sambutan pada acara International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2016, Rabu (10/8).

Pemerintah lanjut Arcandra, akan terus mengupayakan pemanfaatan panas bumi secara optimal dengan mengatasi masalah-masalah yang selama ini menghambat pemanfaatan panasbumi di Indonesia.”Panas bumi sudah tidak agi dikategorikan lagi sebagai usaha pertambangan sehingga memungkinkan dilakukanya pengusahaan jasa lingkungan panas bumi di kawasan hutan. Hal ini membawa angin segar bagi pengembangan panas bumi di Indonesia mengingat lebih dari 40% potensi panas bumi Indonesia terletak dikawasan hutan,” jelas Arcandra.

Dan untuk menumbuhkan rasa memiliki masyarakat di area potensi panas bumi agar dalam pengembangannya mendapat dukungan penuh masyarakat, Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2016 tentang besaran dan pengenaan bonus produksi panas bumi. “Saat ini sedang disusun Peraturan Pemerintah mengenai pemanfaatan tidak langsung dan pemanfaatan langsung keduanya ditargetkan akan dapat diterbitkan tahun 2016 ini,” lanjut Arcandra.

Pemanfaatan panas bumi merupakan pilihan paling tepat untuk saat ini. Tahun ini pemerintah telah berupaya untuk meningkatkan kapasitas terpasang panas bumi menjadi 1.653 MW pada akhir tahun 2016. Pemerintah akan mengoperasikan penambahan kapasitas dari PLTP Lahendong Unit 5 (20 MW), PLTP Sarulla (110 MW) dan PLTP Karaha Unit I dengan kapasitas 30 MW.