Kematangan Berpolitik dan Berdemokrasi Bangsa Indonesia Sudah Teruji

23
Deputi IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kepala Staf Kepresidenan Eko Sulistyo

MALANG-Kedewasaan dalam berdemokrasi rakyat Indonesia sudah teruji oleh sejarah dan waktu. Sejak mengalami transisi demokrasi dari rezim otoritarian pada tahun 1998, dan berproses ke dalam tahap konsolidasi, sekarang ini kematangan berdemokrasi sudah menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Hal tersebut dikatakan Deputi IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kepala Staf Kepresidenan Eko Sulistyo di hadapan lebih dari 300 mahasiswa Jurusan Psikologi Universitas Negeri Malang (UM), di Gedung Sasana Budaya, Malang, Kamis (23/8).

“Kematangan tersebut ditunjukkan dalam proses pilkada serentak pada tahun ini, di mana digelar 171 pemilihan kepala daerah, baik dari tingkat gubernur hingga bupati dan walikota. Nyaris tidak ada gangguan yang berarti dalam proses tersebut, dan masyarakat semakin cerdas dalam berpolitik,” ujar mantan Ketua KPU Surakarta tersebut.

Eko menegaskan bahwa pemilu pada hakikatnya adalah pesta demokrasi. “Pada momen itulah rakyat memiliki kesempatan untuk menggunakan hak pilihnya, memilih pemimpin terbaik. Oleh karena ini merupakan pesta demokrasi, maka yang seharusnya terasa di tengah-tengah masyarakat adalah kegembiraan, kejujuran, kompetisi yang sehat. Di situlah kedaulatan rakyat dimaknai,” lanjutnya.

Dia menambahkan bahwa agenda politik di tahun 2019 tidak akan menimbulkan gejolak yang dapat mengganggu bangunan sistem sosial di tengah masyarakat. “Untuk pertama kali kita akan memilih anggota legislatif dan presiden dalam waktu yang bersamaan. Nantinya, setiap warga negara yang telah memiliki hak politiknya akan mencoblos lima kartu suara yang berbeda, yakni memilih anggota DPRD tingkat II, DPRD tingkat I, DPR, DPD, dan presiden,” ujar Eko.