Kemendag Perluas Pasar Ekspor di Pasar Nontradisional

39

JAKARTA-Pemerintah terus berupaya melakukan strategi yang komprehensif agar dapat mempertahankan bahkan meningkatkan kinerja ekspor Indonesia untuk memenangkan persaingan di pasar global. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menerapkan penetrasi dan diversifikasi ke pasar-pasar nontradisional yang potensinya semakin berkembang dalam krisis global yang terjadi saat ini.

Hal tersebut disampaikan Direktur Pengembangan Produk Ekspor Dody Edward disela-sela  Indonesia-Oman Business Forum  di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (28/8).

Pertemuan ini dihadiri oleh Delegasi Oman yang berjumlah 20 orang serta diikuti oleh 50 peserta dari berbagai perusahaan, industri dan instansi di Indonesia. Adapun produk-produk yang diminati Delegasi Oman yaitu bahan-bahan bangunan (kayu,gipsum, granit, tegel, dll), furnitur, garmen, kertas, alat tulis,alat elektronik, dan ban.

Indonesia-Oman Business Forum diselenggarakan untuk membuka peluang ekspor di pasar nontradisional. Karena itu, dia berharap agar Indonesia dapat menjadi mitra dagang potensial bagi Oman. “Hubungan bisnis antara Indonesia dengan Oman memang belum terlalu besar, namun akan terus tumbuh dari tahun ke tahun”, ujar dia.

Indonesia-Oman Business Forum   ini juga dilanjutkan dengan pertemuan bisnis antara para peserta dengan buyers untuk meningkatkan jejaring kerja sama bisnis antara pelaku usaha Indonesia dan Oman.

Pada pertemuan ini Ditjen PEN memberikan informasi kepada para pengusaha Indonesia mengenai pasar Oman, dan sebaliknya memperkenalkan potensi Indonesia kepada Delegasi Oman. Selain itu, dijadwalkan kunjungan ke perusahaan yang diminati oleh Delegasi Oman.

Perwakilan KBRI di Oman; Kamar Dagang Sohar, Oman; serta KADIN Komite Timur Tengah Indonesia menyampaikan tanggapan positif dan apresiasinya terhadap Indonesia-Oman Forum Business.

Mereka berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkesinambungan untuk memperluas pasar ekspor Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, nilai ekspor Indonesia ke Oman selama lima tahun terakhir meningkat dari USD 151,9 juta pada tahun 2008 menjadi USD 237,8 juta pada tahun 2012, dengan tren sebesar 17,28%. Di tahun 2012 neraca perdagangan nonmigas Indonesia dengan Oman surplus USD 11,65 juta. Hal ini merupakan perkembangan yang positif karena perdagangan nonmigas Indonesia dengan Oman sempat mengalami defisit di tahun 2011.

Sementara itu, nilai ekspor Indonesia selama lima tahun terakhir meningkat dari USD 137 miliar pada tahun 2008 menjadi USD 190 miliar pada tahun 2012, dengan tren sebesar 12,88%. Sedangkan nilai ekspor Indonesia hingga Juni 2013 sudah mencapai USD 91 miliar. Adapun 10 negara terbesar tujuan ekspor Indonesia yaitu China, Jepang, Amerika Serikat, India, Singapura, Malaysia, Korea Selatan, Thailand, Belanda dan Taiwan yang dikategorikan sebagai pasar tradisional.

.