Kemendag Sinergikan Jaringan Eksportir Nasional

37
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Nus Nuzulia Ishak

JAKARTA-Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kementerian Perdagangan (Kemendag) menggelar acara temu muka (gathering) untuk mengetahui berbagai kendala dan hambatan eksportir nasional. Acara yang diikuti peserta dan pemenang penghargaan Primaniyarta ini juga untuk menyinergikan jaringan eksportir nasional. “Pertemuan ini merupakan kesempatan penting untuk menyinergikan semua potensi, jaringan dan menjadi wadah dialog eksportir nasional terkait kendala, hambatan, dan permasalahan yang dihadapi para pelaku ekspor, sehingga ada solusi bersama,” ungkap Direktur Jenderal PEN Nus Nuzulia Ishak, di kantor Kementerian Perdagangan di Jakarta, Selasa (12/4).

Nus mengungkapkan penerima Primaniyarta diberikan skema pembiayaan ekspor khusus dari Indonesia Eximbank dan Standard Chartered Bank. “Dari Indonesia Eximbank, ada fasilitas pembiayaan ekspor dengan skema komersial yang dapat menjadi alternatif pembiayaan. Adapun fasilitas pembiayaan ekspor tersebut berupa pembiayaan modal kerja ekspor, pembiayaan investasi, penjaminan, asuransi, dan fasilitas trade finance,” jelas Nus.

Sesuai mandat UU No 2 Tahun 2009, Indonesia Eximbank dapat memberikan pembiayaan atas transaksi/proyek yang secara komersial sulit dilaksanakan namun dianggap perlu oleh pemerintah melalui program National Interest Account (NIA). Selain itu, Indonesia Eximbank juga memiliki Kredit Usaha Rakyat Berorientasi Ekspor (KURBE) yang ditujukan untuk pelaku UKM yang berorientasi ekspor maupun penunjang ekspor. Fasilitas ini merupakan bentuk dukungan yang diberikan Indonesia Eximbank untuk meningkatkan volume ekspor nasional.

Perusahaan penerima penghargaan Primaniyarta dinilai memiliki keunggulan yang dapat diandalkan untuk bersaing di pasar ekspor dan memiliki pasar tujuan ekspor yang sangat beragam di pasar tradisional dan nontradisional.   “Perusahaan penerima Primaniyarta adalah perusahaan memiliki kinerja ekspor terbaik, keuangan sehat, dan tidak tersangkut masalah hukum dalam bidang perbankan, pajak, bea cukai, lingkungan, maupun masalah ketenagakerjaan,” tambah Nus.

Lewat kesempatan ini juga disampaikan ragam pembiayaan ekspor oleh Standard Chartered Bank dan Indonesia Eximbank. Adapun skema pembiayaan ekspor khusus tersebut ialah diskonto wesel ekspor yang dapat membantu kelancaran cash flow para eksportir.

Senada dengan Nus, Chief Executive Officer Standard Chartered Bank Indonesia Shee Tse Koon mengatakan, sebagai bank internasional yang telah melayani bumi nusantara sejak 1863, Standard Chartered terus berkomitmen penuh mendukung klien dalam memfasilitasi pertumbuhan kekayaan dan bisnis mereka, khususnya menghubungkan mereka dengan jaringan internasional.   “Selain menjadi satu-satunya bank internasional yang berada di sepuluh negara ASEAN, kami juga memiliki jaringan global yang tersebar di tiga pasar dinamis yaitu Asia, Afrika, dan Timur Tengah. Kami pun memiliki sejarah kaya selama lebih dari 152 tahun berada di Indonesia dan memiliki hubungan kerja sama yang telah terjalin baik dengan para klien berharga kami seraya memberikan ragam layanan dan produk bank,” ujarnya.