Kemenperin Dorong Pemangkasan Birokrasi Agar Naikkan Kualitas Layanan

33
kemenperin.go.id

JAKARTA-Menperin meminta kepada pejabat Kemenperin agar mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sehingga mempercepat pelas aksanaan kegiatan pembangunan industri nasional. Selain juga meningkatkan kompetensi dan profesionalisme agar mampu mengikuti dinamika perubahan global. “Pangkas hambatan birokrasi yang ada dan pastikan dunia usaha industri mendapat pelayanan yang cepat dengan kualitas yang tinggi,” kata Menteri Perindustrian Saleh Husein dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (29/2/2016).

Saleh menambahkan harus segera bekerja dan membuat langkah-langkah strategis sesuai dengan bidang masing-masing. “Lakukan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi baik secara internal maupun eksternal untuk meningkatkan soliditas dan mempermudah pelaksanaan tugas Saudara,” ujarnya.

Disisi lain, kata Saleh, merubah mindset atau pola pikir bekerja ke arah yang positif dan terus semangat dan berusaha mencari ide-ide baru yang inovatif demi peningkatan dan percepatan pertumbuhan industri.

Menperin pun mengingatkan, tantangan industri ke depan semakin berat, terutama dengan ditandai masih berlanjutnya perlambatan ekonomi global, pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) serta masih rendahnya tingkat produktivitas sumber daya manusia industri.

“Walaupun pertumbuhan industri non migas pada tahun 2015 mencapai 5,04% atau lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya mencapai 4,79%, kita tidak boleh lengah. Kondisi tersebut harus terus diwaspadai agar pertumbuhan industri nasional dapat terus ditingkatkan,” paparnya.

Jika upaya bersama dapat dilakukan maksimal, Menperin optimistis, industri nasional pada tahun 2016 akan tumbuh lebih dari 6%. “Untuk mendorong pertumbuhan industri nasional mencapai rata-rata di atas 6%, dibutuhkan pejabat-pejabat yang peka dan responsif terhadap dinamika perubahan yang terjadi,” ujarnya.

Untuk itu, Menperin mengharapkan kepada seluruh pegawai Kementerian Perindustrian harus mampu mengantisipasi dan memberikan jalan keluar terhadap berbagai hal yang mengganggu kinerja industri. Selanjutnya, tugas-tugas Kementerian harus dilakukan dengan kerja keras, kerja cerdas dan kerja tuntas.
“Semboyan Bapak Presiden Ayo Kerja, Kerja dan Kerja adalah semboyan untuk menggugah mental dan semangat kita untuk bekerja keras menyelesaikan tugas-tugas yang diamanatkan kepada Kementerian Perindustrian,” pungkasnya. **aec