Kemenperin Dorong Sinergi Starup-IKM

25
Menperin Airlangga Hartarto

BOGOR-Kementerian Perindustrian terus mendorong pemanfaatan era digital, salah satunya adalah melalui penumbuhan startup pada bidang teknologi industri 4.0.

Program Making Indonesia 4.0 startup merupakan terobosan baru yang diharapkan dapat menjadi stimulan munculnya ekosistem startup di bidang teknologi Industri 4.0. “Sehingga mampu menciptakan produk yang membantu sektor industri meningkatkan efisiensi dalam hal biaya, energi, dan waktu. Sedangkan, aspek terakhir adalah pola pemasaran yang baik,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto di Bogor, Jawa Barat, Kamis, (21/3/2019).

Lebih jauh kata Airlangga, Kemenperin telah meluncurkan program e-Smart IKM yang mempertemukan IKM dengan marketplace untuk perluasan akses pasar, sehingga produk IKM tidak hanya dijual offline namun juga online. “Nantinya produk IKM dalam negeri akan dapat membanjiri e-commerce Indonesia,” ujarnya.

Menurut Ketua umum Partai Golkar, sektor IKM akan menjadi kekuatan signifikan bagi ekonomi nasional. Hal ini dilihat dari kontribusinya yang cukup besar, mulai dari jumlah dan penyerapan tenaga kerjanya. “IKM sebagai bagian dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hingga saat ini berjumlah sebanyak 4,4 juta unit usaha atau sekitar 99 persen dari seluruh unit usaha industri di Indonesia,” jelasnya.

Dari jumlah unit usaha tersebut, sektor IKM menyerap tenaga kerja sebanyak 10,5 juta orang atau 65 persen dari total tenaga kerja sektor industri secara keseluruhan.

Menperin mengungkapkan, ada empat aspek yang dapat membentuk IKM lebih berdaya saing di pasar global. “Yaitu, mempunyai ciri khas produk, pengembangan produk dan SDM yang berkualitas, pemanfaatan era digital dan pola pemasaran yang baik,” ujarnya.

Menurut Airlangga, dalam upaya peningkatan aspek ciri khas produk, salah satu kegiatan yang dilakukan Kemenperin adalah pemberian penghargaan One Village One Product (OVOP). “Ajang ini merupakan sebuah program yang bertujuan untuk mengembangkan produk unggulan khas dari daerah sehingga mampu untuk menembus pasar global,” ungkapnya.

Aspek berikutnya untuk pengembangan produk Kemenperin memfasilitasi untuk pemberian SNI, sertifikasi GMP, HACCP dan lainnya. Berikutnya untuk SDM berkualitas, Kemenperin memiliki program pengembangan SDM Industri yang meliputi, pendidikan vokasi menuju dual sistem model Jerman, pembangunan Poltek/Akom di kawasan industri, pembangunan link and match SK dan industri.

Selain itu, pendidikan dan pelatihan sistem 3 in 1, sertifikat kompetensi tenaga kerja industri, dan pengembangan SDM menuju Industri 4.0. ***