Kemenperin Tingkatkan Kompetensi SDM Industri Ketenagalistrikan

8

JAKARTA-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) industri melalui program pendidikan vokasi. Salah satu program unggulan Kemenperin tersebut, sudah berjalan mulai dari wilayah Sumatera, Jawa hingga Sulawesi melalui peluncuran link and match antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan industri.

Kemenperin bertekad ingin semakin memperluas kerja sama dengan berbagai sektor manufaktur dalam pengembangan kualitas SDM industri. Kali ini, Kemenperin menggandeng dua perusahaan energi listrik berbasis batu bara bersih di Cirebon, yakni Cirebon Power dan Korea Midland Power (KOMIPO).


“Program pendidikan vokasi link and match antara SMK dengan industridi bidang teknologi batu bara bersih ini bertujuan untuk menghasilkan SDM yang memenuhi standar kompetensi operator operation and maintenance,” ujar Haris saat penyerahan sertifikat kelulusan siswa Program Vokasi Operasi dan Pemeliharaan Pembangkit Batu Bara Bersih di PT Cirebon Power, Rabu (23/1).

Haris menuturkan, teknologi batu bara bersihmerupakan teknologi baru yang sedang dikembangkan di Indonesia. Teknologi batu bara bersih menghasilkan listrik dengan efisiensi lebih besar, serta meminimalkan angka emisi. Sehingga, perlu disiapkan SDM kompeten di bidang teknologi terbaru tersebut.

Dengan pendidikan vokasi berbasis kompetensi yang didukung kedua perusahaan, para peserta mendapatkan pelatihan intensif selama 6 bulan termasuk program pemagangan selama 4 bulan di industri ketenagalistrikan.

Setelah selesai, para peserta program kelas vokasi mengikuti uji kompetensi yang diselenggarakan Ikatan Ahli Teknik Ketenalistrikan Indonesia (IATKI), kemudian para lulusan tersebut masuk ke dalam database asosiasi pembangkit listrik di Indonesia.

“Setelah mendapatkan sertifikasi kompetensi, nantinya seluruh peserta pelatihan benar-benar siap untuk bekerja pada berbagai proyek pembangkit listrik,” jelas Haris.

Program vokasi di Cirebon Power sudah berjalan sejak pertengahan tahun 2018. Hingga sekarang, 19 siswa telah mendapatkan sertifikat kelulusan dengan persyaratan menjalani 4.800 jam kerja praktik atau on job training di pembangkit Cirebon Power. Dua siswa terbaik langsung diterima bekerja di PT Cirebon Power.

“Kami berharap, PT Cirebon Power terus memfasilitasi penempatan kerja dan memprioritaskan para lulusan dalam mendukung pembangunan proyek pembangkit listrik yang dijalankan,” imbuh Haris.

Lebih lanjut, pembangunan SDM juga bertujuan mengimbangi pembangunan infrastruktur yang telah dilakukan sebelumnya oleh pemerintah.

“Misalnya pada pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, tentu diperlukan SDM yang memiliki kompetensi sesuai untuk membangun, mengoperasikan dan memeliharanya,” ungkap Haris.