Kemitraan Indonesia-Australia Buka Peluang Investasi

8

JAKARTA-Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Australia (IA-CEPA) tidak hanya terkait bidang perdagangan, melainkan juga investasi dan jasa seperti di bidang kesehatan, pendidikan, pertanian, dan energi.

Di bidang layanan, sejumlah sektor yang akan dijajaki oleh Indonesia dan Australia antara lain bidang pertambangan, energi, besi dan baja, keuangan, pendidikan kejuruan dan pendidikan tinggi, pariwisata, kesehatan dan agribisnis. “Kedua negara akan membangun kemitraan yang menggabungkan layanan dan investasi di bidang-bidang yang menarik bagi Indonesia, misalnya layanan kesehatan dan pendidikan serta pelatihan,” kata Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kallas dalam sambutannya di acara Penandatanganan IA-CEPA di Jakarta, Senin, (4/3/2019)

Sesuai dengan agenda besar Indonesia untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, Wapres mengatakan investasi di bidang pendidikan tinggi dan kejuruan menjadi salah satu fokus kerja sama yang ditunggu Indonesia. “Karena agenda besar Indonesia selanjutnya adalah meningkatkan sumber daya manusianya untuk menjadikan kami lebih kompetitif dan siap menghadapi abad berikutnya, maka saya menunggu investasi di universitas serta pelatihan dan pendidikan kejuruan di Indonesia,” kata Wapres.

Dengan kesepakatan IA-CEPA, JK berharap kepercayaan antara kedua negara dapat semakin diperkuat dengan memberikan peluang usaha lebih luas untuk kepentingan masyarakat Indonesia dan Australia. “IA-CEPA adalah perjanjian yang berbeda dibandingkan dengan apa yang dimiliki Indonesia-Australia dengan mitra lainnya. IA-CEPA dibangun berdasarkan tujuan strategis yang jelas untuk tumbuh bersama sebagai tetangga berdasarkan pada saling melengkapi kedua ekonomi,” jelasnya.

Seperti diketahui, Kemitraan ekonomi komprehensif atau Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) antara Indonesia dan Australia resmi ditanda tangani oleh Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita dan Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia Simon Birmingham. “Penandatanganan ini adalah momen yang sangat berharga, karena setelah sembilan tahun melakukan perundingan, akhirnya Indonesia-Australia CEPA bisa ditandatangani,” kata Enggar menjelang penandatanganan di Jakarta, Senin.

Penandatanganan kemitraan yang disaksikan oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla tersebut pertama kali diluncurkan pada 2010 dan terhenti hingga November 2013, hingga akhirnya kembali diaktifkan pada Maret 2016.

Enggar menyampaikan perjanjian tersebut merefleksikan keterikatan hubungan ekonomi yang erat antara kedua negara. Perjanjian ini akan mengeliminasi 100 persen tarif barang asal Indonesia ke Australia dan 94 persen tarif barang dari Australia ke Indonesia. Di bidang investasi dan pelayanan, kedua negara akan memiliki akses lebih, termasuk pergerakan bidang profesi. ***