Kendalikan Utang Luar Negeri Swasta

39

JAKARTA-Pemerintah harus segera mengendalikan utang luar negeri swasta untuk mengatasi defisit neraca transaksi berjalan. “Salah satu cara mengatasi defisit neraca transaksi berjalan adalah dengan arus modal asing, namun arus modal asing tidak bisa selalu diandalkan karena membengkaknya pembayaran kembali utang luar negeri swasta,” kata ekonom EC-Think, Aviliani di Jakarta, Kamis,(21/3).

Lebih jauh Komisaris BRI ini menambahkan saat ini komposisi utang luar negeri swasta sudah hampir sama dengan utang luar negeri pemerintah yakni masing-masing 125 miliar dolar AS dan 126 miliar dolar AS.

Berdasarkan catatan, beban pembayaran kembali utang luar negeri swasta terus melonjak dari 6,1 miliar dolar AS pada kuartal III-2006 menjadi 40,2 miliar dolar AS pada kuartal III-2012. Sedangkan beban pembayaran kembali utang luar negeri pemerintah sendiri hanya 1,1 miliar dolar AS. “Beban swasta besar karena sifatnya short-term (jangka pendek), sedangkan pemerintah kecil karena long-term (jangka panjang). Semakin besar outstanding plus singkatnya tenor sama dengan meningkatnya beban,” ujarnya.

Menurut Aviliani, pemerintah harus pro-aktif untuk mengajak dan meyakinkan swasta untuk mengambil pinjaman dengan tenor yang panjang (refinancing) sehingga nantinya defisit neraca transaksi berjalan bisa diatasi dan nilai tukar rupiah aman.

Aviliani menambahkan, selain dengan menggunakan arus modal asing, opsi lain untuk mengatasi defisit neraca transaksi berjalan yakni dengan menekan defisit anggaran pemerintah dan meningkatkan ekspor. “Mengurangi defisit tampaknya sulit dilakukan, sedangkan peningkatan ekspor hanya bisa dilakukan dalam jangka menengah dan masih menunggu baiknya situasi ekonomi global,” pungkasnya. **can