Kereta Cepat Jakarta-Bandung Hanya Untungkan Meikarta?

1526

JAKARTA-Proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung dinilai hanya memberi keuntungan swasta. Salah satu kelompok swasta yang nakal menikmati adalah Proyek Meikarta, milik kelompok Lippo. “Ternyata pihak swasta lebih diuntungkan daripada BUMN itu sendiri padahal pemilik kereta cepat adalah konsorsium BUMNdan China. Tapi yang telah mendapatkan keuntungan lebih awal kelompok Meikarta,” kata Wakil Ketua Komisi XI DPR, Achmad Hafisz Thohir di akarta, Senin (21/08/2017).

Menurut Hafiz, mestinya proyek kereta cepat itu mampu menaikkan pendapatan BUMN yang terlibat, setidaknya minimal menaikkan harga saham. “Sehingga kita mendapatkan keuntungan dari capital gain share BUMN kita,” ujarnya

Namun faktanya, kata dia, BUMN tak mampu menangkap peluang tersebut. “Akan tetapi itu belum terjadi sementara pihak swasta (Meikarta) telah membukukan pemasukan hampir Rp 1 trilyun dari hanya menjual kertas konsep (master plan kota Meikarta yang konon katanya belum dapat ijin),” ungkapnya.

Mestinya, kata dia, BUMN yang dapat previlage keuntungan lebih dulu. “Namun rupanya BUMN kita agak terlambat melihat peluang ini. Padahal tanpa PT KAI tanpa PTPN tanpa Jasamarga dan Wika maka mana mungkin Meikarta akan bisa seperti ini. Jadi peluang ini disia-siakan oleh BUMN kita sendiri. Sangat disayangkan,” sesal politisi PAN itu.

Saat ditanya berapa anggaran proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang sudah digunakan, Hafisz mengaku belum tahu. “Saya tidak tahu pinjaman tersebut pemakaiannya sampai kemana. Karena saya tidak punya akses lagi kepada BUMN yang terlibat sejak pindah ke Komisi XI,” pungkasnya.