Kericuhan Suporter PS TNI Coreng Institusi

42

JAKARTA-Kericuhan antar suporter PS TNI dengan Persegres Gresik United dianggap sebagai peristiwa memalukan.
Semestinya PS TNI dan suporternya memberi teladan baik kepada lawan tanding. “Para suporter PS TNI harusnya menunjukkan sikap sportivitas dalam bertanding yang fair, penuh persaudaraan dan kegembiraan,” kata Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (23/5/2016).

Apapun alasan dan pemicunya, kata anggota F-PKS, pihak PS TNI harus lebih sadar diri. “Kejadian ini mencoreng nama baik institusi TNI pada akhirnya‎,” tegasnya.

Mahfud memperingatkan
keberadaan suporter jangan sampai merusak citra TNI. “Dievaluasi saja keberadaan PS TNI jika suporternya tidak bisa menahan diri,” imbuhnya.

Ditempat terpisah manajemen klub PS TNI meminta maaf atas kericuhan antar-suporter yang terjadi di Stadion Petrokimia, Gresik, Minggu (22/5). Bahkan manajemen berjanji akan mengedukasi suporter PS TNI agar peristiwa sama tak terulang. “Kami mewakili Suporter PS TNI memohon maaf yg sebesar besarnya kepada suporter Persegres GU atas insiden kemarin di Stadion Petrokimia Gresik,” demikian bunyi pernyatan resmi klub lewat rilis  dari Ump Djoko Purwoko. 

Menurut Djoko, pihaknya selaku perwakilan manajemen klub adalah memberikan edukasi kepada suporter PS TNI agar tidak terjadi hal sama di kemudian hari.

Suporter PS TNI yang mayoritas anggota TNI ikut tersulut emosi dan meluapkannya dengan adu fisik. Sembilan suporter Gresik harus dilarikan ke rumah sakit karena menderita luka cukup serius, sementara belasan lainnya luka-luka.