Ketua OJK Raih Penghargaan Global Good Governance

46
Ketua Komisioner OJK, Muliaman D Hadad

JAKARTA-Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad  mendapatkan penghargaan Global Good Governance (3G) untuk kategori Government & Politics – Civil Service Award dari Cambridge IF Analytica.

Penghargaan diberikan karena Muliaman dinilai telah menjadi inspirasi dalam upaya menjunjung tinggi aspek profesionalisme dan mendorong penerapan tatakelola yang baik pada area pelayanan publik (public services).

Penghargaan diberikan pada tanggal 26 Mei 2016 di Hotel Hyatt Regency Istanbul Turkey dan diterima oleh Konsulat Jenderal RI untuk Istanbul Turki, Harlan Hakim mewakili Muliaman yang berhalangan hadir karena mendampingi kegiatan Presiden Jokowi di pertemuan KTT G7 di Jepang.

Global Good Governance Awards “3G Awards” ini diberikan kepada individu di pemerintah, korporasi dan organisasi non-pemerintah (LSM) untuk keunggulan mereka dalam aspek transparansi, good governance dan tanggung jawab sosial (social responsibility).

Penetapan pemenangnya dilakukan oleh The Global Good Governance (3G) Awards Committee yang dipimpin oleh Profesor Dr Humayon Dar seorang akademisi dari Inggris dengan gelar MPhil and PhD in Economics dari Cambridge University, sekaligus jurnalis, kolumnis dan juga pimpinan beberapa Financial Intelligence Consultancy Companies yang cukup berpengaruh. Dia juga merupakan visiting professor islamic finance di berbagai universitas di Inggris, Malaysia dan Timur Tengah.

Mendapat penghargaan ini, Muliaman menyampaikan bahwa penghargaan berharga ini tidak hanya pengakuan untuk kerja pribadinya, tetapi juga merupakan pengakuan atas komitmen kuat OJK dalam meningkatkan praktik good governance di Indonesia.  “Sebagai otoritas yang bertanggung jawab untuk mengatur dan mengawasi sektor jasa keuangan, OJK sangat perlu mengedepankan penerapan tata kelola yang baik,” katanya.

Menurut Muliaman, keberhasilan suatu perusahaan tidak semata-mata berdasarkan prestasi kinerja keuangannya saja, tetapi juga implementasi dari good governance. Oleh karena itu, fokus OJK pada penerapan governance ini sama intensifnya dengan fokus OJK pada penguatan aspek keuangan.

Mengambil pelajaran dari krisis keuangan Asia dua dekade lalu, fokus OJK pada pelaksanaan good governance di industri jasa keuangan sama pentingnya dengan memastikan industri jasa keuangan didukung dengan tingkat modal dan likuiditas yang baik. Penerapan Good Governance yang baik akan dapat bertindak sebagai cushion terhadap dampak dari krisis keuangan.

OJK telah mengeluarkan berbagai inisiatif dan pengaturan yang pada dasarnya menunjukkan bahwa meningkatkan praktik tatakelola perusahaan yang baik di Indonesia merupakan prioritas utama OJK.

Praktek tata kelola perusahaan yang terus disempurnakan akan memberikan perusahaan Indonesia banyak keuntungan, termasuk peningkatan daya saing, peningkatan kepercayaan investor dan mengurangi biaya modal (costs of capital).