KH Adib Doakan Ahok Diberi Kemudahan Hadapi Cobaan

59
Pengasuh Pondok Pesantren Buntet Cirebon, KH Adib Rofiuddin Izza

JAKARTA-Pengasuh Pondok Pesantren Buntet Cirebon, KH Adib Rofiuddin Izza menegaskan para agamawan harus mengedepankan adab berdakwah seperti halnya Nabi Besar Muhammad SAW dalam ceramahnya, tidak memaki-maki dan berdemo dalam mengingatkan orang yang bersalah.

Menurut KH Adib, berdakwah yang benar adalah apa yang dilakukan okeh Rasulullah dengan cara yang penuh hikmah. “Jika kita harus menegur orang yang bersalah tentu dengan nasihat yang baik. Bukan dengan memaki-maki dan demo. Ini para agamawan malah ceramahnya memaki-maki dan menggoblok-goblokan serta memerintahkan membunuh. Inikah ulama itu,” tegas KH Adib dalam ceramah memperingati hari Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Masjid Al Huda, Jakarta Senin (12/12).

Dia menambahkan, apalagi orang yang dianggap bersalah sudah meminta maaf. Adib juga mengingatkan Allah SWT memerintahkan Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS untuk menegur Raja Firaun dengan nasihat yang baik. Karena Firaun sudah melampaui batas dan mengaku sebagai Tuhan.

KH Adib dalam menutup ceramahnya meminta kepada jamaah untuk mendoakan agar Gubernur non-aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diberi kemudahan dalam menghadapi cobaan dan ujian yang dihadapinya.

Dalam kesempatan itu Basuki meminta kepada para alim ulama, kyai, ustadz dan jamaah yang hadir untuk mendoakan agar diberi kekuatan dalam menghadapi cobaan dan ujian ini. Selain itu, Basuki juga kembali meminta maaf kepada seluruh jamaah yang hadir dalam acara peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW dan umat muslim di Indonesia.  “Saya minta dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya. Saya juga terima kasih untuk doa-doanya, saya meminta didoakan supaya besok dipersidangan semoga lancar, dan dibukakan jalannya oleh Allah. Bimbinglah saya, ingatkan saya, tuntun saya agar menjadi gubernur yang amanah sesuai dengan sifat Nabi Muhammad,” pinta Ahok dalam sambutannya di acara Maulid tersebut.

Ahok menegaskan dirinya sebagai manusia memiliki kekurangan, tolong bukakan pintu maafnya.  “Saya sangat mengenal acara Maulid seperti ini karena saya memang dibesarkan di Belitung Timur yang 93% muslim. Bahkan ayah angkat saya, Haji Andi Baso Amir adik kandung mantan panglima ABRI Jenderal TNI M. Yusuf berpesan kalau saya jadi pejabat, pelayan masyarakat harus ikutin teladan Nabi Besar Muhammad,” jelasnya.

Ahok menambahkan agar dirinya selalu diingatkan kalau menjadi pejabat publik harus sidiq, yang benar dan jujur. “Saya juga harus menjadi pejabat yang tabligh, selalu membawa kabar yang baik. Kita juga harus menjadi pejabat yang fathanah, cerdas dan terampil. Tentu saya juga harus menjadi pejabat yang amanah, yang bisa dipercaya. semua ini bukan untuk saya pribadi, tetapi karena tanggung jawab yang besar sebagai pejabat publik yang melayani warga Jakarta,” pungkasnya.