KIRA: Tuduhan Victor Laiskodat Sangat Tak Elok

41
Ketua DPP Gerindra Bidang Agama Katolik Haposan Paulus Batubara

JAKARTA-Pernyataan Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR RI, Victor Laiskodat yang menyebut Partai Gerindra sebagai pendukung khilafah membuat sayap partai Gerindra Kristen-Katolik Indonesia Raya (KIRA) terusik.

Organisasi sayap Partai besutan Prabowo Subianto ini menilai pernyataan tersebut bukan saja tendensius tetapi juga bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan NKRI.

“Tentu saja kami terganggu dengan pernyataan saudara Viktor. Bagaimana dibilang pendukung khilafah sementara jelas-jelas kami kelompok Kristen-Katolik dan juga agama-agama lain diakomodir dalam partai ini. Kami sesalkan pernyataan ini karena sangat bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan tidak sesuai fakta yang ada,” kata Pengurus Pusat KIRA sekaligus Ketua DPP Gerindra Bidang Agama Katolik Haposan Paulus Batubara di Jakarta, Sabtu (5/8).

Video pidato Vicktor di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa 1 Agustus 2017 viral.

Ketua Fraksi Nasdem di DPR RI ini mengajak hadirin untuk tak memilih calon kepala daerah atau calon legislator dari partai-partai ekstremis dan pro khilafah, yakni Partai Gerindra, Partai Demokrat, PKS dan PAN.

“Celakanya, partai-partai pendukungnya itu ada di NTT juga. Yang dukung supaya kelompok ekstremis ini tumbuh di NTT, partai nomor satu Gerindra, partai nomor dua itu namanya Demokrat, partai nomor tiga itu PKS, partai nomor empat namanya PAN,” kata dia.

Menurut Haposan, pernyataan Viktor saat berbicara di hadapan konstituennya di Kupang, NTT tersebut menganggu soliditas sebagai sesama anak bangsa yang berasal dari berbagai latar belakang agama dan suku.

“Ini jelas provokasi yang membahayakan kehidupan sesama anak bangsa yang saat ini sudah kembali normal tetapi coba diungkit kembali. Sangat tidak elok,” jelas Haposan.

Ia menegaskan bahkan satu-satunya partai di Indonesia yang dalam struktur Kepengurusannya ada perwakilan tiap-tiap agama adalah Gerindra. “Jadi bagaimana disebut mendukung khilafah. Gerindra justru paling depan mendukung pluralisme, Pancasila dan Bhinneka Tunggal ika,” tegas Haposan.