Kisruh Lahan di Kecamatan Limo, Pemilik Lahan Tuding Pemkot Depok Seperti Preman

125

DEPOK – Akses utama jalan masuk menuju ke Kantor Kecamatan Limo atau sebaliknya sampai Senin (16/4) sore masih ditutup. Hal tersebut memaksa para pengguna kendaraan roda empat membuat jalan baru agar dapat memasukan kendaraannya ke perkarangan kantor tersebut.

Pada jalan baru yang dimaksud, terlihat beberapa potong kayu balok dan bambu diletakkan diparit, sebagai akses kendaraan roda empat menuju ke kantor Kecamatan Limo.

Menurut Alam, pekerja dilahan yang diklaim milik Suganda, mengatakan, potongan kayu balok dan bambu sengaja diletakkan sebagai akses jalan mobil menuju ke Kantor Kecamatan Limo.

“Diduga potongan kayu balok ini sengaja diletakkan oleh pegawai kecamatan Limo, agar mobil dapat dilalui,” kata Alam.

Suganda, pihak yang mengklaim pemilik lahan dan berseteru dengan pemerintah Kota Depok, menanggapi sinis, lahannya telah digunakan sebagai akses menuju ke Kantor Kecamatan Limo tanpa seijin dirinya.

“Loh, kok pemerintah bertindak seperti preman begitu. Bagaimana sih?,” kata Suganda.

Camat Limo Herry Restu Gumelar membenarkan bahwa pihaknya memang yang telah menaruh kayu tersebut. Namun hanya untuk keperluan darurat.

“Kami terpaksa melakukan hal itu karena harus memindahkan mobil dinas sebab mau beroperasi. Insyaalloh segera mungkin ganjalan kayu tersebut segera dibersihkan,” kata Herry singkat.