KKP Bantu Ikan Segar ke Masyarakat Tangsel

KKP Bantu Ikan Segar ke Masyarakat Tangsel

0
BERBAGI
photo Raja Tama

TANGSEL-Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali mendistribusikan bantuan ikan segar ke masyarakat Tangerang Selatan (Tangsel), Provinsi Banten. Bantuan ditujukan ke sejumlah daerah yang masih rendah ketersediaan ikan.

Menurut data yang dimiliki KKP, wilayah Banten, angka konsumsi ikan, khususnya Kota Tangsel masih tergolong rendah. Tingkat konsumsi bahan pangan kaya protein itu di kota hasil pemekaran Kabupaten Tangerang baru mencapai 21 kilogram perkapita/tahun.

Kepala Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan KKP Widodo Sumiyanto mengatakan secara nasional tingkat konsumsi ikan idealnya 34 kg perkapita/tahun. Sehingga distribusi bantuan terus ditingkatkan untuk menstimulus masyarakat supaya mau mengkonsumsi ikan. “Tahun ini ada 11 kontainer ikan yang didistribusikan. Pertama bulan Juli 2016 sebanyak tiga kontainer kita serahkan ke Kementerian Sosial. Distribusinya untuk membantu masyarakat korban bencana. Seperti di Yogyakarta dan Solo juga sudah diberikan dua kontainer ke panti-panti,” kata Widodo Selasa (8/11).

Sebanyak 24 ton bantuan ikan yang didistribusikan ke Provinsi Banten yakni ke Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Serang, maupun Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang. Seluruh ikan yang didistribusikan merupakan hasil penegakan petugas Bea cukai dan KKP setelah diproses menjadi barang milik negara. “Untuk Tangsel kita berikan 11 ton. Ikannya dari Laut Cina Selatan jenis makarel dan pat. Baru kembali diserahkan langsung ke masyarakat. Setelah diproses menjadi barang negara, instruksi dari pimpinan, yakni Menteri Kelautan, Sosial, Keuangan, dan Kapolri untuk segera mendistribusikan barang sitaan ke masyarakat,” katanya.

Untuk menjamin kualitas ikan, lanjutnya, terlebih dahulu dilakukan pengujian mutu. Jadi ikan yang didistribusikan sudah dapat terjamin bebas dari potensi-potensi membahayakan dan telah laik konsumsi.  “Ikan yang dibagikan ke masyarakat disimpan dalam kondisi beku. Kalau kondisi beku bisa awet dua tahu, lalu setelah dicairkan bisa sampai satu minggu,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany meminta masyarakat Tangsel mengkonsumsi ikan walau kota Tangsel ini jauh dari laut.

Dia mengakui edukasi terkait manfaat konsumsi ikan sendiri di Kota Tangsel, sudah berulangkali disosialisasikan oleh petugas Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan setempat. “Bantuan benih dan pakan ikan, serta edukasi-edukasi juga rutin kita berikan kepada pembudidaya binaan. Seperti ikan lele, kita sudah sering panen di Ciputat. Setidaknya, itu untuk sedikit membantu ketersediaan ikan lokal,” pungkas Airin. (Raja Tama)