KMP Komodo Hadir Mendukung Pengembangan Pariwisata Labuan Bajo

26

LABUAN BAJO-PT ASDP (Persero) Indonesia Ferry memastikan kehadiran Kapal Motor Penumpang (KMP) Komodo di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) tidak akan mematikan usaha pelayaran dan kapal wisata masyarakat di ujung barat Pulau Flores itu. Tetapi sebaliknya, kehadiran KMP Komodo ini mendukung pengembangan kawasan pariwisata Labuan Bajo yang menjadi salah satu destinasi wisata favorit wisatawan di Indonesia.

“Jadi rencana kehadiran KMP Komodo di Labuan Bajo menyusul pembangunan hotel dan Marina merupakan amanat dari pemerintah dalam mendukung program nasional,” kata Sekretaris PT ASDP (Persero) Indonesia Ferry, Imelda Alini dalam keterangan persnya Sabtu (13/10).

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) adalah salah satu BUMN di Indonesia yang bergerak dalam jasa anggkutan penyeberangan dan pengelola pelabuhan penyeberangan untuk penumpang, kendaraan dan barang. Fungsi utama perusahaan ini adalah menyediakan akses transportasi publik antar pulau yang bersebelahan serta menyatukan pulau-pulau besar sekaligus menyediakan akses transportasi publik ke wilayah yang belum memiliki penyeberangan guna mempercepat pembangunan.

Sejak awal jelas Imelda, rencana kehadiran KMP Komodo di Labuan Bajo merupakan permintaan Pemerintah Kabupaten Mabar untuk menyediakan aksesibilitas sarana transportasi wisata laut yang aman dan terjangkau. Karena itu, ASDP sebagai salah satu BUMN yang memilik peran dalam membangun negeri menyambut baik amanat ini.

“Hal ini sebagai salah satu bentuk kontribusi ASDP dalam memajukan pariwisata nasional diluar tujuan bisnis semata,” terangnya.

KMP Komodo yang memiliki kapasitas 80 orang dengan kecepatan maksimal 9 knot ini, renananya akan menjadi bagian dari komunitas penyedia kapal yang telah hadir sebelumnya di Labuan Bajo yang secara bersama-sama melalui kolaborasi akan menyediakan transportasi yang memadai bagi wisatawan.

Mengacu kepada Data Kementerian Pariwisata, target sasaran pembangunan pariwisata Indonesia tahun 2019 mencapai 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara dan 275 juta kunjungan wisatawan nusantara.

Tidak hanya itu, KMP Komodo akan secara rutin membuat program edukasi bahari kepada siswa sokolah, memberikan pelatihan satefy basic training kepada para pemilik kapal wisata local dan kegiatan lainnya sebagai wujud tanggungjawab sosial ASDP bagi masyarakat sekitar Labuan Bajo.

“ASDP ingin tumbuh bersama masyarakat di wilayah dimana ASDP beroperasi. Dengan misi dan peran yang diemban ini, ASDP tentu saja membutuhkan dukungan semua pihak terutama pemerintah daerah, komunitas kapal daerah, pelaku bisnis wisata, serta masyarakat Manggarai, Labuan Bajo khususnya . Keberadaan hadirnya KMP Komodo nantinya tergantung dari dukungan semua pihak ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, Penasehat Asosiasi Angkutan Kapal Wisata (Askawi) Manggarai Barat, Muhammad Achyar menilai kehadiran KMP Komodo akan memperparah kondisi usaha jasa kapal wisata di wilayah Labuan Bajo mengingat sebelumnya pihak swasta dari luar juga sudah mulai masuk dan menawarkan paket wisata dengan harga yang lebih murah.

“Kami menolak rencana pengoperasian KMP Komodo milik PT. ASDP Indonesia di Labuan Bajo. Kehadiran kapal ini akan mematikan usaha kapal wisata masyarakat kecil di Labuan Bajo,” tegas Ahyar.