Komodo 2016, Diikuti AL 35 Negara dan 49 Kapal Perang

57
Presiden Jokowi menuruni tanggap KRI Teluk Bayur, setelah membuka kegiatan International Fleet Review (2016, di Padang, Sumbar, Selasa (12/4)

PADANG-Sebanyak 49 kapal perang dan angkatan laut dari 35 negara terlibat dalam International Fleet Review (IFR) 2016, 15 th Western Pacific Naval Symposium (WPNS) dan 2nd Multilateral Naval Exercise Komodo atau Latihan Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2016, yang digelar di Padang, Sumatera Barat, Selasa (12/4) hingga Sabtu (16/4) mendatang.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi mengatakan kegiatan Komodo 2016 yang dirangkai dengan berbagai kegiatan merefleksikan perdamaian di tingkat kawasan. “Kegiatan ini merefleksikan keinginan dan komitmen untuk meningkatkan kerja sama selama ini, guna mendukung dan mewujudkan perdamaian dan menjaga stabilitas di kawasan,” kata KSAL Laksamana TNI Ade Supandi saat menyampaikan laporan kepada Presiden Joko Widodo pada  Pembukaan MNE Komodo 2016 di Perairan Teluk Bayur, Padang, Sumbar, Selasa (12/4).

Menurut KSAL, kegiatan IFR merupakan kegiatan angkatan laut dalam bentuk parade kapal perang dan pesawat udara berbagai jenis.  Kegiatan ini bertujuan untuk menujukkan kesiapan kekuatan dan kemampuan angkatan laut dalam mengemban tugas-tugasnya.

Ia menyebutkan, ada 20 kapal perang dari 15 negara terlibat dalam kegiatan tersebut, yaitu Bangladesh, India, Thailand, Malaysia, Vietnam, Amerika Serikat, Jepang, Perancis, Rusia, China (Tiongkok), Srilanka, Australia, Papua Nugini, Singapura dan Brunei.

Sementara TNI AL sendiri mengerahkan 29 kapal perang, dua pesawat CN 212, satu pesawat CN-295, dan dua helikopter jenis Helly Bell 412.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, Komodo 2016 terdiri atas tiga kegiatan, yaitu International Fleet Review (IFR) 2016, 15 th Western Pacific Naval Symposium (WPNS) dan 2nd Multilateral Naval Exercise Komodo 2016. “Kegiatan diikuti angkatan laut dari 35 negara,” paparnya.

Ia menjelaskan, dalam latihan ini angkatan laut dari negara-negara berbeda secara historis, akan bekerjasama menjalankan kegiatan dengan skenario latihan misi bantuan kemanusiaan seperti Medical Civic Action Project (Medcap) dan Engineering Civic Action Project (Encap), serta latihan dalam Maritime Peace Keeping Operation (MPKO).