Konsumsi Listrik Nasional Masih Dibawah Malaysia

37
Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Tumiran/photo Raja Tama

TANGERANG-Angka konsumsi listrik perkapita nasional masih rendah, jauh dibawah negara seperti Malaysia dan China. Berdasarkan data Dewan Energi Nasional (DEN), konsumsi perkapita nasional baru mencapai 200 watt atau posisi keenam di Asia Tenggara.

Anggota  DEN Tumiran, berharap pembangunan infrastruktur listrik ramah lingkungan bisa cepat dilaksanakan, guna menunjang kemajuan ekonomi dan daya saing bangsa. “Listrik nasional 53 giga watt atau rata-rata konsumsi perkapita 200 watt jauh lebih kecil dibanding Malaysia dan Cina yang mencapai 1.000 watt perkapita,” tandas Tumiran di  Gedung 71 Kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan Selasa (23/8).

Menurutnya, pemanfaatan energi listrik kedepan sudah harus bersumber dari energi ramah lingkungan dan tidak lagi hanya memanfaatkan energi gas dan batubara yang kurang ramah terhadap lingkungan. “Tapi pembangunan energi kita konsen terhadap lingkungan maka kita targetkan 23 persen di 2025 energi baru dan terbarukan, energi baru terbarukan bisa tenaga hidro, panas bumi dan sebagainya, tapi itu juga terbatas tidak bisa kontinu oleh karena itu satu lagi yang perlu dipersiapkan, seperti yang sudah disiapkan oleh presiden pertama dengan membangun reaktor serbaguna nuklir,”jelasnya.

Meski begitu, dia melihat persoalan krisis listrik tidak cukup hanya dengan pembangunan pembangkit nuklir. “Kita tidak bisa katakan krisis listrik selesai kalau bangun tenaga nuklir, kalau nuklir diputuskan sekarang, mungkin 10 tahun lagi baru menikmati,” tuturnya.

Lebih lanjut, dia menguraikan energi listrik yang dihasilkan dari panas bumi sebesar 29,2 giga watt, sementara tenaga hydro 75 gigawatt, tenaga surya juga besar, namun persolan pada kontinuitasnya. “Kita perlu sumber tenaga listrik baru dan terbarukan ramah lingkungan, efisien, pasokannya stabil sehingga mampu mendorong ekonomi nasional untuk bersaing dengan negara lain,” katanya. (Raja Tama)