KPK Lahir Untuk Memerangi Kroni Soeharto

19
Diskusi RUU Kontroversi dan Residu Politik Papua, tampak pembicara Anggota DPR Martin Hutabarat (tengah) dan Muchtar Pakpahan (paling kanan).

JAKARTA-Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Gerindra Martin Hutabarat mengakui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tercatat sebagai satu-satunya lembaga yang dipercaya rakyat untuk membasmi korupsi di Indonesia. Hal ini tercermin dari indeks kepercayaan terhadap lembaga antirasuah ini sangat tinggi.

“Indeks kepercayaan terhadap KPK sangat tinggi,” kata Martin, dalam diskusi bertajuk “RUU Kontroversi dan Residu Politik Papua”, di Student Center Gerakan Mahasiswa Kristen Kristen Indonesia (GMKI), Salemba, Jakarta, Sabtu (29/9/2019).

Martin mengaku, KPK ini lahir dari amanat reformasi. Salah satu tugasnya adalah memberantas praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) kroni-kroni Soeharto.

“Saya mencatat enam kali DPR ingin merevisi KPK,” jelasnya.

Menurutnya, jika negara ini mau kuat maka habisi korupsi sampai keakar-akarnya, tanpa pandang bulu.

“Semoga anggota DPR memperkuat KPK, bukan melakukan pelemahan. Tapi revisi yang terjadi tidak sesuai amanat reformasi,” ucap Martin. 

Martin mengkritisi pendapat sebagian kalangan yang meminta agar revisi Undang-Undang KPK ini digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Langkah itu tidak bijak.

“Saya kuatir kalau Pemerintah tidak mengerti perasaan mahasiswa maka demo akan terus berkepanjangan,”tambah Martin. 

Martin mencontohkan, ditetapkan Direktur Utama Petral sebagai tersangka oleh KPK adalah langkah yang tepat.

“Ribuan triliun uang negara dirugikan oleh Petral. Saya apresiasi apa yang dilakukan pak Jokowi membubarkan Petral. Perusahaan Petral adalah perusahaan yang didirikan Pemerintahan sebelum Jokowi,” tukasnya.

Hal senada, tokoh buruh Muchtar Pakpahan mengatakan, untuk membersihkan korupsi dibutuhkan upaya pemerintah untuk tampil ke depan untuk mengangkat pejabat yang bersih dan konsisten memberantas korupsi. 

“Presiden harus mengangkat Jaksa Agung seperti Baharudin Lopa, dan Kapolri seperti Hoegeng bila mau memberantas korupsi,” ujar Muchtar.