KPU Tegaskan Melarang Kampanye Berbau SARA

KPU Tegaskan Melarang Kampanye Berbau SARA

39
0
BERBAGI
photo:solopos.com

JAKARTA-Komisi Pemilihan Umum (KPU) melalui Keputusan KPU Nomor: 123/Kpts/KPU/Tahun 2016 telah menerbitkan Pedoman Teknis (Juknis) Pelaksanaan Kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2017. Dalam keputusan KPU itu ditegaskan larangan kampanye yang mempersoalkan dasar negara Pancasila dan pembukaan UUD 1945 serta menghina seseorang berdasarkan agama, suku, ras, golongan (SARA).

Dalam lampiran Keputusan KPU itu disebutkan, masa kampanye akan dilaksanakan pada 28 Oktober 2016-11 Februari 2017 serta membersihkan alat peraga akan dilaksanakan pada 12-14 Februari 2017. “Kampanye dilaksanakan oleh Partai Politik atau Gabungan Partai Politik, Pasangan Calon, dan/atau Tim Kampanye, dan dapat difasilitas oleh KPU Provinsi/KIP Aceh untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, dan KPU/KIP Kabupaten/Kota untuk pemilihan Bupati dan Wakil Bupati atau Walikota dan Wakil Walikota,” bunyi Keputusan KPU yang ditandatangani ketuanya Juri Ardiantoro di Jakarta, Senin (17/10).

Adapun pedoman teknis KPU ini ditangtangan pada 14 Oktober 2016 lalu.  Sementara itu, penetapan pasangan calon Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, dan Walikota/Wakil Walikota peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2016 ditetapan pada 24 Oktober mendatang.

Kegiatan kampanye yang difasilitasi oleh KPU Provinsi/KIP Aceh atau KPU/KIP Kabupaten/Kota itu didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Adapun kampanye yang dilaksanakan oleh Partai Politik atau Gabungan Partai Politik, Pasangan Calon dan/atau Tim Kampanye meliputi pertemuan terbatas; pertemuan tatap muka dan dialog; penyebaran Bahan Kampanye kepada umum; pemasangan Alat Peraga Kampanye; dan/atau kegiatan lain yang tidak melanggar larangan Kampanye dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Pendanaan kampanye yang dilaksanakan oleh Partai Politik atau Gabungan Partai Politik, Pasangan Calon dan/atau Tim Kampanye menjadi tanggung jawab Partai Politik atau Gabungan Partai Politik, Pasangan Calon dan/atau Tim Kampanye,” bunyi  Keputusan KPU itu.

Menurut Keputusan KPU itu, KPU Provinsi/KIP Aceh atau KPU/KIP Kabupaten/Kota memfasilitasi penayangan Iklan Kampanye dalam bentuk iklan komersial dan/atau iklan layanan masyarakat pada Media massa cetak Media massa elektronik, yaitu: televisi, radio, dan/atau media dalam jaringan (online), dan/atau Lembaga penyiaran.“KPU Provinsi/KIP dan KPU/KIP Kabupaten/Kota menentukan dan menetapkan jumlah penayangan dan ukuran atau durasi Iklan Kampanye untuk setiap Pasangan Calon dengan memperhatikan asas keadilan dan keberimbangan,” bunyi Keputusan KPU itu.

Dalam keputusan KPU itu ditegaskan larangan kampanye yang mempersoalkan dasar negara Pancasila dan pembukaan UUD 1945; menghina seseorang, agama, suku, ras, golongan, Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur, Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati, dan Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota, dan/atau Partai Politik.

Khusus kepada media massa cetak, elektronik, dan penyiaran, keputusan KPU ini menegaskan larangan menayangkan Iklan Kampanye komersial selain yang difasilitasi oleh KPU Provinsi/KIP Aceh dan KPU/KIP Kabupaten/Kota.

Pelanggaran atas larangan ketentuan Pemasangan Iklan Kampanye itu, menurut Kepurusan KPU dapat dikenai sanksi Peringatan tertulis dan Perintah penghentian penayangan Iklan Kampanye di media massa. “Apabila Partai Politik atau Gabungan Partai Politik, Pasangan Calon dan/atau Tim Kampanye tidak melaksanakan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam waktu 1 x 24 jam, Pasangan Calon yang bersangkutan dikenai sanksi pembatalan sebagai pasangan calon,” bunyi akhir Keputusan KPU Nomor 123/Kpts/KPU/Tahun 2016 itu.