Kuasa Hukum Fahri Ancam Sita Gedung DPP PKS

10

JAKARTA-Setelah diberikan kesempatan kedua dan terakhir untuk menerima teguran di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, tepat pukul 12.00 WIB pada Rabu (26/6/2019), tapi Presiden PKS Sohibul Iman mangkir,  sehingga Gedung DPP PKS terancam dieksekusi pengadilan.

Demikian disampaikan Mujahid A. Latief koordinator Kuasa Hukum Fahri Hamzah, kepada wartawan di PN Jakarta Selatan, Rabu (26/6/2019).

Menurut Mujahid, juru sita telah menilai Sohibul dan kawan-kawan tidak menggunakan haknya, maka pihaknya akan segera mengirim Surat Permohonan Sita. Bahkan, tidak menutup kemungkinan aset DPP PKS seperti gedung partai menjadi objek sitaan dimaksud.

Padahal, kata Amin Fahruddin kuasa hukum Fahri yang lain, para tergugat melaporkan kekayaannya di LHKPN, bisa diketahui publik sebagai objek sita. Misalnya Hidayat Nur Wahid (HNW) senilai lebih dari Rp 10 miliar tahun 2012, idan lain-lain.

Sesuai ketentuan hukum acara, penetapan sita eksekusi merupakan lanjutan dari penetapan aanmaning. Setelah adanya permohonan sita eksekusi maka tahap selanjutnya adalah dikeluarkannya ‘Penetapan Eksekusi’ yang berisi perintah Ketua Pengadilan Negeri kepada Panitera dan juru sita untuk menjalankan eksekusi.

Setelah Pengadilan mengeluarkan Penetapan Eksekusi berikut Berita Acara Eksekusi maka tahap selanjutnya adalah lelang aset para tergugat. “Jadi, hari ini kami masih memandang ada i’tikad baik para tergugat. Namun mangkir, sehingga kami akan kirim Surat Permohonan Sita secepatnya pada PN Jakarta Selatan, berikut data aset mereka,” kata Slamet, kuasa hukum Fahri yang lain.

Kasus Fahri Hamzah melawan 5 pengurus PKS yaitu Abdul Muiz Saadih, Hidayat Nur Wahid, Surahman Hidayat, Mohamad Sohibul Iman, dan Abdi Sumaithi, yang telah masuk fase pemanggilan jurusita di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (19/6) lalu.

Teguran kepada para tergugat untuk melaksanakan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tertuang dalam surat tertanggal 21 Februari 2019. Dimana tergugat harus menjalankan 13 amar putusan pengadilan, sampai hari ini belum dijalankan satu pun oleh Sohibul Iman dan kawan-kawan.